Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENTINGNYA POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK DI DESA GUNUNG MELAYU KECAMATAN KUALUH SELATAN Cahya Ningsih, Esti; Ilham Sitompul, Muhammad; Munthe, Nurhalijah; Rahma Rambe, Siti; Susilawati, Susilawati
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 8 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i8.3089-3096

Abstract

Orang tua yang telah diberikan Allah seorang anak memiliki tanggung jawab penuh atas tumbuh kembang anak tersebut. Setiap orang tua memiliki gaya pengasuhan alternatif dalam mengajar anak-anak. Biasanya banyak wali menerapkan pengasuhan dari wali masa lalu mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menyadarkan dan memahami makna pengasuhan di kota Gunung Melayu, Kecamatan Kualuh Selatan, Labuhan Batu Utara. Teknik pemeriksaan yang digunakan dalam menangani isu-isu pengasuhan di kota Gunung Melayu menggunakan strategi Participatory Rural Appraisal (PRA), yaitu suatu metodologi dan strategi yang memungkinkan daerah untuk memecahkan masalah kehidupan dalam menyusun rencana dan pengaturan yang nyata bersama. Akibat dari peninjauan tersebut, khususnya Wali Kota Gunung Melayu banyak wali yang kurang memahami pola asuh yang diterapkan, sebagian besar wali menerapkan pola asuh diktator kepada anak-anak, dimana anak-anak harus mengikuti keinginan orang tuanya, selain itu. mereka membutuhkan perhatian dan kehangatan untuk anak-anak. melahirkan anak-anak yang memiliki kemampuan ramah yang rendah seperti, anak-anak yang suka melakukan sesuatu sendiri, sedikit anak-anak yang fokus pada gadget mereka, dan kurangnya kasih sayang terhadap teman-teman sehingga anak-anak tidak pernah lagi memiliki keputusan dalam iklim sosial mereka. Selain kemampuan interaktif yang rendah, anak-anak di kota Gunung Melayu juga mengalami hambatan kemampuan belajar dimana banyak siswa kelas bawah tidak dapat membaca dan menulis dengan baik daripada ketika wali menerapkan pengasuhan yang baik sesuai giliran acara mereka, perkembangan dan perkembangan anak-anak juga akan meningkat. . besar dan ideal sehingga usia yang ketat dan moral dikandung.
Menelusuri Proses Self-Acceptence Mahasiswa Penyandang Disabilitas Gagap Bicara Di Kota Medan Munthe, Nurhalijah; Nauly, Meutia; Anggaraeni, Filia Dina
Jurnal RAP (Riset Aktual Psikologi Universitas Negeri Padang) Vol. 17 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/rap.v17.i1.83

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses penerimaan diri pada individu yang mengalami gagap. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang melibatkan dua subjek yang mengalami gagap. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penerimaan diri terjadi secara bertahap, dimulai dengan kesadaran akan kondisi diri, munculnya respons emosional negatif seperti rasa malu, harga diri yang rendah, dan kecemasan, serta berpuncak pada pengalaman stigma sosial dari lingkungan. Meskipun demikian, dukungan sosial dari keluarga dan teman sebaya memainkan peran penting dalam membantu individu mengatasi kondisi ini. Pada akhirnya, kedua subjek menunjukkan perubahan dalam persepsi diri mereka, di mana mereka mulai memandang gagap sebagai bagian yang dapat diterima dari diri mereka, yang menunjukkan bahwa mereka telah mencapai tahap penerimaan diri. Penerimaan diri pada individu yang mengalami gagap berlangsung secara bertahap, dimulai dari respons emosional negatif hingga menghadapi stigma sosial. Dukungan dari lingkungan, terutama keluarga dan teman sebaya, berperan penting dalam membantu individu mencapai tahap penerimaan diri dan mampu menerima kondisi gagap sebagai bagian dari dirinya.