Studi ini menyelidiki penggunaan bahasa slang oleh Generasi Z di platform TikTok melalui pendekatan sosiolinguistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis ekspresi slang yang umum digunakan, memahami fungsi sosialnya, dan mengkaji bagaimana pilihan linguistik ini mencerminkan identitas Gen Z dan budaya digital. Dengan menggunakan desain kualitatif deskriptif, data dikumpulkan dari video-video TikTok terpilih yang diunggah oleh empat akun populer: @riaricis, @fujiiian, @audreytrullinger, dan @charlidamelio. Analisis ini mengacu pada teori klasifikasi slang Partridge (2004) dan menggunakan model analisis data interaktif yang dikembangkan oleh Cresswel (2011), yang terdiri dari kondensasi data, tampilan data, dan penarikan kesimpulan. Temuan mengungkapkan bahwa slang Gen Z di TikTok mencakup berbagai bentuk seperti akronim, kliping, penciptaan, dan ekspresi pinjaman. Bentuk-bentuk ini digunakan untuk mengekspresikan solidaritas, humor, pemberontakan, dan kreativitas. Studi ini juga mendapat dukungan dari penelitian sebelumnya tentang bahasa anak muda, wacana media sosial, dan kinerja identitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TikTok tidak hanya berfungsi sebagai ruang hiburan, tetapi juga sebagai arena linguistik tempat kaum muda membangun makna sosial dan rasa memiliki kelompok melalui penggunaan bahasa gaul yang strategis. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman bahasa gaul kontemporer dalam komunikasi digital dan menawarkan wawasan untuk penelitian sosiolinguistik di masa mendatang dalam lingkungan daring.
Copyrights © 2025