Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses penanaman nilai budaya etnik Jawa di Sanggar Seni Singo Pati, mengidentifikasi nilai yang ditanamkan kepada generasi muda, serta menganalisis kontribusinya dalam penguatan identitas etnik Jawa di lingkungan multietnis Pasar 13, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pengelola, pelatih, anggota sanggar, serta masyarakat sekitar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses internalisasi nilai budaya Jawa tidak hanya bersifat konseptual, tetapi terintegrasi dalam aktivitas sanggar melalui keteladanan pelatih, pembiasaan dalam latihan rutin, sanggar sebagai tempat belajar dan bertumbuh bersama, penyampaian nilai melalui simbol dan filosofi budaya. Adapun nilai-nilai yang ditanamkan yaitu unggah-ungguh, gotong royong, guyub rukun, tepo seliro sebagai nilai budaya dan identitas utama etnik Jawa. Penanaman nilai tersebut berkontribusi dalam membentuk kesadaran dan memperkuat identitas etnik Jawa pada generasi muda di tengah melemahnya pewarisan budaya dalam konteks perantauan. Temuan ini menunjukkan bahwa sanggar berperan sebagai media pendidikan nonformal yang efektif dalam mentransmisikan nilai budaya sekaligus menjadi ruang peneguhan kembali identitas etnik Jawa.
Copyrights © 2026