Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya ketidakseimbangan antar mitra (masyarakat, pemerintah dan swasta), karena lemahnya kolaborasi tersebut seluruh proses pengembangan wisata bertumpu pada kemandirian komunitas wisata (Struktur Pengurus Kampung Wisata Edukasi Parakanceuri) dan swadaya masyarakat. Konsep community based tourism (CBT) menjadi alat yang digunakan untuk mencapai keberlanjutan wisata pendidikan berbasis kearifan lokal di Kampung Parakanceuri, Desa Pusakamulya, Kabupaten Purwakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami dan mendeskripsikan bagaimana kemandirian komunitas wisata dan masyarakat lokal dalam proses pengembangan wisata berdasarkan konsep community based tourism (CBT). Penelitian ini dilaksanakan pada Februari-April 2026 dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan indigenous methodologies (penelitian pribumi) kepada informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilaksanakan melalui observasi, wawancara serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat berpartisipasi aktif dalam mengambil keputusan, melaksanakan kegiatan, pengambilan manfaat dan evaluasi kegiatan terlihat dari perannya sebagai perencana, investor, pelaksana, pengelola dan juga pemantau (evaluator). Oleh karena itu masyarakat dapat menentukan arah pembangunan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan, mengembangkan potensi dan kearifan lokal, mendapatkan manfaat secara pribadi, material maupun sosial serta dapat ikut serta dalam menentukan keberlanjutan wisata. Kata Kunci : Pengembangan wisata, Community based tourism, Partisipasi masyarakatWisata pendidikan
Copyrights © 2026