TEKNO
Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO

Analisis Data Pasang Surut Menggunakan Metode Least Square Di Pantai Batu Putih Kecamatan Ranowulu

Tanamal, Jonathan I. (Unknown)
Jasin, Muhammad I. (Unknown)
Supit, Cindy J. (Unknown)
Thambas, Arthur H. (Unknown)
Dundu, Ariestides K. T. (Unknown)
Mamoto, Jeffry D. (Unknown)



Article Info

Publish Date
18 May 2026

Abstract

Permukaan air laut yang berbatasan dengan pantai tidak pernah memiliki nilai ketinggian yang tetap melainkan bergerak naik turun dengan periode siklus yang berbeda. Hal ini disebabkan pengaruh gaya tarik benda-benda langit terutama gaya tarik bulan dan matahari terhadap bumi. Meskipun massa matahari jauh lebih besar dari massa bulan, namun gaya pembangkit yang dihasilkan bulan jauh lebih besar, yakni sebesar 53% dari total gaya keseluruhan sebagai akibat jaraknya yang lebih dekat. Faktor non astronomi seperti bentuk garis pantai dan topografi dasar perairan juga menentukan jenis pasang surut disuatu perairan. Secara administratif daerah pantai Batu Putih berada pada koordinat 1°34'29.1" N - 125°09'42.5" E, dengan Kecamatan Ranowulu. Keterbatasan informasi terkait pasang surut di perairan Batu Putih dapat dipenuhi menggunakan metode least square dalam hal penentuan karakteristik pasang surut seperti mencari tipe pasang surut, elevasi muka air laut dan peramalan pasang surut yang ada di sekitar perairan Ranowulu. Penelitian ini menggunakan data pasang surut selama 15 hari yaitu pada bulan Mei tahun 2025 dari website Badan Informasi Geospasial. Dengan menguraikan 10 komponen harmonik pasang surut menggunakan program MOD-LSQ (metode least square) akan di dapat amplitudo, elevasi muka air laut dan mencari bilangan formzahl untuk menentukan tipe pasang surut. Hasil penelitian mendapatkan elevasi muka air dengan nilai HHWL (11.60), MHWS (8.60), MHWL (3.54), MSL (0.0032), MLWL (-3.46), MLWS (-7.00), LLWL (-12.50). Nilai F dalam penelitian ini yaitu 0,123 dimana hal ini memenuhi klasifikasi pasang surut F<=0.25 yang menunjukan bahwa Pantai Batut Putih memiliki tipe pasang surut Pasang harian ganda (semi diurnal). Yakni Dalam 1 hari terjadi 2 kali air pasang dan 2 kali air surut dengan ketinggian yang hampir sama dan terjadi berurutan secara teratur. Periode pasang surut rata-rata adalah 12 jam24 menit. Kata kunci: pasang surut, Perairan Batu Putih, Metode Least Square

Copyrights © 2026