Uterovaginal prolapse (UVP) in children is a rare condition that can pose diagnostic challenges, particularly in clinical and forensic contexts. This study aims to evaluate, through a literature review, whether Uterovaginal prolapse can be considered a potential indicator of child sexual abuse or is instead a pathological condition that requires careful differentiation. The method used was a literature review involving a search of 30 databases. From the search results, a number of relevant articles were identified. Through a selection process based on inclusion and exclusion criteria, seven scientific articles were selected for further analysis. Several reports in the literature emphasize the importance of a comprehensive evaluation because the similarity of these symptoms can lead to bias in both clinical and forensic interpretations. These findings indicate that Uterovaginal prolapse may be indicative of child sexual abuse, as it shares clinical similarities with certain conditions, underscoring the importance of differential diagnosis. Therefore, physicians, particularly those in the forensic field, must conduct a comprehensive evaluation to distinguish between pathological conditions and potential sexual abuse. The development of clear clinical guidelines and interdisciplinary collaboration between medical professionals and law enforcement are crucial for improving diagnostic accuracy and preventing inappropriate legal consequences. AbstrakProlaps uterovaginal (UVP) pada anak merupakan kondisi langka yang dapat menimbulkan tantangan diagnostik, terutama dalam konteks klinis dan forensik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi apakah UVP dapat menjadi dugaan dari child sexual abuse atau justru merupakan kondisi patologis yang perlu dibedakan secara hati-hati, melalui tinjauan literatur. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan penelusuran pada 30 basis data. Dari hasil penelusuran, diperoleh sejumlah artikel yang relevan, melalui proses seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, sebanyak 7 artikel ilmiah dipilih untuk dianalisis lebih lanjut. Beberapa laporan dalam literatur menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh karena kesamaan gejala tersebut dapat menimbulkan bias dalam interpretasi klinis maupun forensik. Temuan ini menunjukkan bahwa Prolaps uterovaginal dapat menjadi dugaan child sexual abuse, karena di beberapa kondisi memiliki kemiripan klinis sehingga pentingnya diagnosis banding. Oleh karena itu, dokter, khususnya dalam bidang forensik, perlu melakukan evaluasi yang komprehensif untuk membedakan antara kondisi patologis dan kemungkinan kekerasan seksual. Pengembangan pedoman klinis yang jelas serta kerja sama interdisipliner antara tenaga medis dan penegak hukum sangat penting untuk meningkatkan akurasi diagnostik dan mencegah dampak hukum yang tidak tepat.
Copyrights © 2026