Pendidikan karakter menjadi fokus utama dalam agenda pendidikan global dalam kebijakan Education 2030 Framework for Action. Dalam konteks pendidikan Indonesia, Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) merupakan mata pelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan aspek keterampilan fisik, tetapi juga pada aspek afektif untuk pembentukan karakter melalui aktivitas gerak. Dalam Kurikulum Merdeka maupun kurikulum sebelumnya, PJOK diposisikan sebagai ruang strategis untuk menanamkan nilai-nilai sosial seperti kerjasama, sportivitas, kepemimpinan, dan tanggung jawab. Gerakan Pramuka sebagai pendidikan non-formal yang memiliki peran strategis dalam mengembangkan nilai-nilai karakter terkhusus dalam nilai kooperatif seperti kepemimpinan, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang hubungan antara nilai kooperatif kepramukaan dengan aspek afektif pembelajaran PJOK pada siswa UPTD SMP Negeri 2 Bati-Bati. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex post facto non eksperimental. Sampel penelitian berjumlah 40 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa angket dan observasi dengan skala Likert. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara nilai kooperatif kepramukaan dengan aspek afektif pembelajaran PJOK dengan nilai r = 0,323 dan signifikansi 0,045 < 0,05. Kontribusi nilai kooperatif terhadap aspek afektif sebesar 8%. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi nilai kooperatif siswa dalam kegiatan kepramukaan, maka semakin baik pula aspek afektif dalam pembelajaran PJOK. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menambahkan variabel lain seperti motivasi belajar, hasil belajar, atau menggunakan metode penelitian yang berbeda agar diperoleh hasil yang lebih komprehensif.
Copyrights © 2026