Diabetes melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang prevalensinya meningkat pesat di Indonesia. Salah satu terapi komplementer yang banyak diteliti adalah pemanfaatan daun kelor (Moringa oleifera), yang mengandung senyawa bioaktif dengan efek hipoglikemik dan antioksidan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan penyuluhan mengenai kandungan dan pemanfaatan ekstrak daun kelor untuk pengendalian DM tipe 2 pada masyarakat sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kawatuna, Kota Palu. Metode kegiatan meliputi koordinasi, ceramah interaktif, diskusi kelompok, demonstrasi pembuatan ekstrak, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat dari skor rata-rata 56,2% pada pre-test menjadi 85,4% pada post-test. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi, dengan 70% menyatakan kesediaan mencoba konsumsi teh kelor secara rutin. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa penyuluhan efektif meningkatkan pengetahuan, sikap, dan kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan daun kelor sebagai terapi komplementer DM tipe 2.
Copyrights © 2025