Pekerjaan pengelasan Shielded Metal Arc Welding (SMAW) merupakan salah satu aktivitas kerja yang memiliki potensi bahaya tinggi karena melibatkan energi panas, listrik, serta paparan gas dan partikel berbahaya. Proses pengelasan di workshop PT XYZ Balikpapan berisiko menimbulkan kecelakaan kerja dan gangguan kesehatan akibat paparan kebocoran gas, asap dan debu las, kebisingan, serta bahaya listrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bahaya, menganalisis tingkat risiko, serta menentukan upaya pengendalian risiko pada pekerjaan pengelasan SMAW. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode HIRADC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Determine Control). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga tahapan utama dalam proses pengelasan dengan tingkat risiko yang didominasi kategori Medium sebesar 88% dan kategori High sebesar 12%. Upaya pengendalian risiko dilakukan berdasarkan Hierarchy of Control, meliputi pengendalian eliminasi dengan memisahkan aktivitas kerja yang menimbulkan kebisingan tinggi dari area pengelasan, pengendalian substitusi dengan mengganti kursi kerja biasa menjadi kursi las ergonomis yang dapat diatur ketinggiannya, pengendalian teknik melalui pemasangan tirai pengelasan dan detektor kebocoran gas otomatis, pengendalian administratif berupa pemasangan rambu peringatan serta pembatasan area berisiko, dan penggunaan alat pelindung diri (APD) seperti sarung tangan tahan potong (cut-resistant gloves) dan safety helmet. Penerapan pengendalian risiko ini diharapkan dapat menurunkan tingkat risiko kecelakaan kerja dan meningkatkan keselamatan serta kesehatan kerja pada aktivitas pengelasan SMAW di PT XYZ Balikpapan.
Copyrights © 2025