Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SOCIALIZATION OF ENTREPRENEURSHIP THE REGARDING OF SELLING PRICES IN THE OFFERING MSME PRODUCT TO VOCATIONAL HIGH SCHOOL STUDENTS Hermawansyah, Adi; Cipto, Rahajeng Cahyaning Putri; Artikasari, Devi; Triana, Alvina Alda; Sasih Kirani, Amanda Retno; Bunga, Ardiyanto Fernando; Darmawan, Darmawan; Zuhra, Faza Muraya; Ferdinand, Gregorius Ergi; Ardiana, Ira Maya; Sari, Junita Dewi Indah; Akmal, Muhammad Firja
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024): MARET
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v8i1.2277

Abstract

Micro, Small and Medium Enterprises (MSME) is an important part of the economy of a country or region, especially in Indonesia. The development of micro, small and medium enterprises has an important meaning in encouraging national economic growth and reducing is poverty. The development of MSME sector is often described as one of the factor for successful development, especially for those with low per capita income. One of the key factors in the success of MSME is their ability to determine the right product selling price. The right selling price can help MSME achieve several goals, such as: Increasing sales, achieving profit targets, competing in the market, attracting consumers and increasin profitability. Determining the selling price of MSME products is a complex process and requires careful consideration and marketing strategies to maximize prices and promotion for the product sales.
ANALISIS RISIKO PEKERJAAN PENGELASAN PADA WORKSHOP PT. WEIR MINERALS INDONESIA DI BALIKPAPAN Ananta, Erwin; Triana, Alvina Alda; Manaseh, Manaseh
IDENTIFIKASI Vol 11 No 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i3.790

Abstract

Pengelasan adalah proses penyatuan dua atau lebih bagian logam dengan memanfaatkan energi panas sebagai sumber utama. Dalam pelaksanaannya pengelasan yang dilakukan di workshop PT Weir Minerals Indonesia mempunyai risiko yang tinggi karena terpaparnya bahaya yang timbul saat pengelasan seperti kebocoran gas, asap dan debu las, dan tegangan listrik. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui risiko pengelasan. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode HIRADC (Hazard Identification Risk Assessment Determine Control). Hasil penelitian terdapat 3 tahapan proses pengelasan dengan persentase tingkat risiko High 12% dan Medium 88%. Pengendalian risiko yang dilakukan menggunakan Hirarchy Of Control dengan pengendalian eliminasi yaitu memisahkan proses kerja yang sangat bising dari area pengelasan, pengendalian subsitusi mengganti kursi biasa dengan kursi las ergonomis yang dapat diatur tinggi-rendahnya, pengendalian teknik yaitu pemasangan tirai pengelasan, memasang detektor kebocoran gas otomatis di area kerja, pengendalian administrasi menyediakan tanda peringatan dan batas untuk area berisiko, dan APD yaitu arung tangan tahan potong (cut-resistant gloves), safety helmet.
PENGENDALIAN BAHAYA DAN ANALISIS RISIKO PEKERJAAN PENGELASAN SMAW DI PT XYZ BALIKPAPAN Saputra, Dharma; Manaseh, Manaseh; Triana, Alvina Alda
IDENTIFIKASI Vol 11 No 4 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i4.814

Abstract

Pekerjaan pengelasan Shielded Metal Arc Welding (SMAW) merupakan salah satu aktivitas kerja yang memiliki potensi bahaya tinggi karena melibatkan energi panas, listrik, serta paparan gas dan partikel berbahaya. Proses pengelasan di workshop PT XYZ Balikpapan berisiko menimbulkan kecelakaan kerja dan gangguan kesehatan akibat paparan kebocoran gas, asap dan debu las, kebisingan, serta bahaya listrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bahaya, menganalisis tingkat risiko, serta menentukan upaya pengendalian risiko pada pekerjaan pengelasan SMAW. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode HIRADC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Determine Control). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga tahapan utama dalam proses pengelasan dengan tingkat risiko yang didominasi kategori Medium sebesar 88% dan kategori High sebesar 12%. Upaya pengendalian risiko dilakukan berdasarkan Hierarchy of Control, meliputi pengendalian eliminasi dengan memisahkan aktivitas kerja yang menimbulkan kebisingan tinggi dari area pengelasan, pengendalian substitusi dengan mengganti kursi kerja biasa menjadi kursi las ergonomis yang dapat diatur ketinggiannya, pengendalian teknik melalui pemasangan tirai pengelasan dan detektor kebocoran gas otomatis, pengendalian administratif berupa pemasangan rambu peringatan serta pembatasan area berisiko, dan penggunaan alat pelindung diri (APD) seperti sarung tangan tahan potong (cut-resistant gloves) dan safety helmet. Penerapan pengendalian risiko ini diharapkan dapat menurunkan tingkat risiko kecelakaan kerja dan meningkatkan keselamatan serta kesehatan kerja pada aktivitas pengelasan SMAW di PT XYZ Balikpapan.