Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

IDENTIFIKASI BAHAYA DAN PENILAIAN RISIKO PADA PEKERJAAN FABRIKASI DI PT. INTIPRATAMA GLOBAL TEKNIK Utami, Chyntia Putri; Manaseh, Manaseh; Zulfikar, Iwan
IDENTIFIKASI Vol 11 No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i1.440

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bahaya dan menilai risiko yang terdapat padat pekerjaan fabrikasi portacamp di PT. Intipratama Global Teknik menggunakan metode kualitatif deskriptif dan pendekatan HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control). Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis lima tahapan pekerjaan utama dalam proses fabrikasi portacamp, yaitu pemotongan kontainer, pengelasan, pembuatan interior, pemasangan kelistrikan dan finishing painting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 16 potensi bahaya yang tersebar di lima tahapan pekerjaan tersebut. Penilaian risiko menunjukkan bahwa dari 16 potensi bahaya yang diidentifikasi, terdapat 17 risiko yang dihasilkan. Sebanyak 10 (59%) risiko termasuk dalam kategori high dan 7 (41%) risiko berada dalam kategori medium. Untuk mengurangi risiko tersebut, pengendalian risiko dilakukan melalui berbagai pendekatan, termasuk substitusi, eliminasi, rekayasa teknik, administrasi, dan penggunaan alat pelindung diri(PPE).
ANALISIS RISIKO PEKERJAAN PENGELASAN PADA WORKSHOP PT. WEIR MINERALS INDONESIA DI BALIKPAPAN Ananta, Erwin; Triana, Alvina Alda; Manaseh, Manaseh
IDENTIFIKASI Vol 11 No 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i3.790

Abstract

Pengelasan adalah proses penyatuan dua atau lebih bagian logam dengan memanfaatkan energi panas sebagai sumber utama. Dalam pelaksanaannya pengelasan yang dilakukan di workshop PT Weir Minerals Indonesia mempunyai risiko yang tinggi karena terpaparnya bahaya yang timbul saat pengelasan seperti kebocoran gas, asap dan debu las, dan tegangan listrik. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui risiko pengelasan. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode HIRADC (Hazard Identification Risk Assessment Determine Control). Hasil penelitian terdapat 3 tahapan proses pengelasan dengan persentase tingkat risiko High 12% dan Medium 88%. Pengendalian risiko yang dilakukan menggunakan Hirarchy Of Control dengan pengendalian eliminasi yaitu memisahkan proses kerja yang sangat bising dari area pengelasan, pengendalian subsitusi mengganti kursi biasa dengan kursi las ergonomis yang dapat diatur tinggi-rendahnya, pengendalian teknik yaitu pemasangan tirai pengelasan, memasang detektor kebocoran gas otomatis di area kerja, pengendalian administrasi menyediakan tanda peringatan dan batas untuk area berisiko, dan APD yaitu arung tangan tahan potong (cut-resistant gloves), safety helmet.
PENGENDALIAN RISIKO PADA PEMBERSIHAN TANGKI MIXER BETON DI PT. BALIKPAPAN READY MIX Liku, James Evert Adolf; Manaseh, Manaseh; Celmus, Albryan
IDENTIFIKASI Vol 11 No 4 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i4.807

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada proses pembersihan tangki mixer menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC). Proses pembersihan ini memiliki potensi bahaya utama berupa kejatuhan dari ketinggian, paparan bahan kimia berbahaya, dan risiko kebakaran. Data diperoleh melalui observasi lapangan dan wawancara dengan pekerja serta pengawas di lapangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun penerapan prosedur keselamatan dan penggunaan alat pelindung diri (APD) telah dijalankan sesuai standar, masih terdapat beberapa potensi risiko yang memerlukan pengendalian lebih lanjut. Keterbatasan penelitian, termasuk keterbatasan data observasi dan tidak dimasukkannya aspek ergonomi serta keterbatasan sistem monitoring risiko, menjadi catatan dalam interpretasi hasil. Penelitian ini menyarankan pengembangan prosedur kerja yang lebih komprehensif, peningkatan pelatihan K3, optimalisasi alat pengawasan lingkungan kerja, serta evaluasi risiko lebih lanjut untuk meningkatkan keselamatan kerja secara menyeluruh pada aktivitas pembersihan tangki mixer.
PENGENDALIAN BAHAYA DAN ANALISIS RISIKO PEKERJAAN PENGELASAN SMAW DI PT XYZ BALIKPAPAN Saputra, Dharma; Manaseh, Manaseh; Triana, Alvina Alda
IDENTIFIKASI Vol 11 No 4 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i4.814

Abstract

Pekerjaan pengelasan Shielded Metal Arc Welding (SMAW) merupakan salah satu aktivitas kerja yang memiliki potensi bahaya tinggi karena melibatkan energi panas, listrik, serta paparan gas dan partikel berbahaya. Proses pengelasan di workshop PT XYZ Balikpapan berisiko menimbulkan kecelakaan kerja dan gangguan kesehatan akibat paparan kebocoran gas, asap dan debu las, kebisingan, serta bahaya listrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bahaya, menganalisis tingkat risiko, serta menentukan upaya pengendalian risiko pada pekerjaan pengelasan SMAW. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode HIRADC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Determine Control). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga tahapan utama dalam proses pengelasan dengan tingkat risiko yang didominasi kategori Medium sebesar 88% dan kategori High sebesar 12%. Upaya pengendalian risiko dilakukan berdasarkan Hierarchy of Control, meliputi pengendalian eliminasi dengan memisahkan aktivitas kerja yang menimbulkan kebisingan tinggi dari area pengelasan, pengendalian substitusi dengan mengganti kursi kerja biasa menjadi kursi las ergonomis yang dapat diatur ketinggiannya, pengendalian teknik melalui pemasangan tirai pengelasan dan detektor kebocoran gas otomatis, pengendalian administratif berupa pemasangan rambu peringatan serta pembatasan area berisiko, dan penggunaan alat pelindung diri (APD) seperti sarung tangan tahan potong (cut-resistant gloves) dan safety helmet. Penerapan pengendalian risiko ini diharapkan dapat menurunkan tingkat risiko kecelakaan kerja dan meningkatkan keselamatan serta kesehatan kerja pada aktivitas pengelasan SMAW di PT XYZ Balikpapan.