Pendidikan nilai Islami menghadapi tantangan serius di era globalisasi yang ditandai dengan degradasi moral dan lemahnya kesadaran spiritual di kalangan santri. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep, strategi penerapan, serta faktor pendukung dan penghambat efektivitas strategi pendidikan nilai Islami berbasis Manhaj al-Tazkiyah dalam membentuk kepribadian Muslim di lembaga pendidikan pesantren. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Sampel penelitian adalah kiai, ustaz, dan santri di lembaga Pesantren Baitul Arqom Ciparay Bandung. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis interaktif Miles dan Huberman meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep Manhaj al-Tazkiyah diterapkan secara integral melalui tiga dimensi: sistem kurikulum bernuansa spiritual, kultur kelembagaan berbasis keteladanan kiai, dan pembinaan ruhani melalui amaliyah santri. Strategi penerapannya mencakup keteladanan (uswah hasanah), pembiasaan dan pengamalan nilai, internalisasi melalui pembelajaran spiritual, serta refleksi diri melalui muhasabah dan muraqabah. Faktor pendukungnya meliputi keteladanan kiai dan ustaz, budaya keagamaan pesantren, kurikulum integratif, dan dukungan sosial. Faktor penghambatnya berupa keterbatasan sumber daya spiritual, pengaruh budaya digital, dan heterogenitas latar belakang santri. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah perlunya penguatan sistem pendidikan nilai yang berlandaskan Manhaj al-Tazkiyah secara lebih terstruktur, terukur, dan adaptif terhadap konteks zaman dalam membentuk kepribadian muslim paripurna (insan kamis) yang berilmu, berakhlak, dan berjiwa spiritual di tengah tantangan modernitas.
Copyrights © 2026