Susan Sundari
UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implikasi Pedagogis dalam Pendidikan Islam Anak Usia Dini pada Konsep Fitrah untuk Anak dalam Penafsiran Al-Qur'an Ibnu Katsir Susan Sundari; Hafid Muslih
ISLAMIKA Vol 5 No 1 (2023): JANUARI
Publisher : Pendidikan Agama Islam STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36088/islamika.v5i1.2800

Abstract

By considering both environmental and genetic factors, Islam offers an alternative for children's growth and development. Its pedagogical system for early childhood education creates a different understanding of the nature of the child. This study aims to reveal Ibn Katsir's concept of the nature of children through the Tafsir al-Qur'an al-'Aẓim. In addition, it aims to uncover the discourse between these two causes by analyzing debates in child development. This research uses qualitative methods with descriptive and analytical approaches. Data was collected through documents using Creswell's model analysis techniques. According to research conducted on the topic of human fitrah, fitrah as defined by Ibn Katsir is a positive and innate potential called Tawhid. This trait gives people the ability to act naturally without manipulation, which makes it essential for education to maintain. Education can study the actions of the prophet Muhammad through his stories and lessons. This is because Allah provided guidance through the messenger by teaching literacy and modeling. Additionally, education can use logic and data to learn through activities like classroom exercises. In order to receive the best result possible, children may utilize methods like Jidal or Mau'idhoh. Another option is to follow rote memorization and recitation with modeling from adults or teachers. Once necessary, the Fitrah can be utilized. In this case, it becomes a need for children to follow God's early promise to help shape their potential into a reality. This research also provides pedagogical practice based on Ibn Katsir's theory that children should be educated using Fitrah principles.
Implementasi Pendidikan Nilai Islami Berbasis Manhaj al-Tazkiyah dalam Membentuk Kepribadian Muslim Nurhasan Nurhasan; Susan Sundari; Rudi Sulaeman; Isop Syafei; Izzudin Izzudin
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 8 No. 1 (2026): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v8i1.671

Abstract

Pendidikan nilai Islami menghadapi tantangan serius di era globalisasi yang ditandai dengan degradasi moral dan lemahnya kesadaran spiritual di kalangan santri. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep, strategi penerapan, serta faktor pendukung dan penghambat efektivitas strategi pendidikan nilai Islami berbasis Manhaj al-Tazkiyah dalam membentuk kepribadian Muslim di lembaga pendidikan pesantren. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Sampel penelitian adalah kiai, ustaz, dan santri di lembaga Pesantren Baitul Arqom Ciparay Bandung. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis interaktif Miles dan Huberman meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep Manhaj al-Tazkiyah diterapkan secara integral melalui tiga dimensi: sistem kurikulum bernuansa spiritual, kultur kelembagaan berbasis keteladanan kiai, dan pembinaan ruhani melalui amaliyah santri. Strategi penerapannya mencakup keteladanan (uswah hasanah), pembiasaan dan pengamalan nilai, internalisasi melalui pembelajaran spiritual, serta refleksi diri melalui muhasabah dan muraqabah. Faktor pendukungnya meliputi keteladanan kiai dan ustaz, budaya keagamaan pesantren, kurikulum integratif, dan dukungan sosial. Faktor penghambatnya berupa keterbatasan sumber daya spiritual, pengaruh budaya digital, dan heterogenitas latar belakang santri. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah perlunya penguatan sistem pendidikan nilai yang berlandaskan Manhaj al-Tazkiyah secara lebih terstruktur, terukur, dan adaptif terhadap konteks zaman dalam membentuk kepribadian muslim paripurna (insan kamis) yang berilmu, berakhlak, dan berjiwa spiritual di tengah tantangan modernitas.