Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis strategi manajemen pendidikan berbasis Ahlussunnah wal Jama‘ah (Aswaja) dalam pembentukan habitus keislaman santri di Pondok Pesantren Yatim Nahdlatul Ulama Karawang. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan rancangan studi kasus sosiologi pendidikan Islam. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap kegiatan dan kebijakan pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan habitus keislaman santri dilakukan melalui empat strategi utama: (1) penyusunan kurikulum yang menanamkan nilai Aswaja, (2) pembiasaan ibadah dan akhlak dalam kehidupan asrama, (3) keteladanan kiai sebagai figur moral dan simbol otoritas spiritual, serta (4) inovasi manajemen yang adaptif terhadap perkembangan sosial. Nilai-nilai Aswaja seperti tawassuth (moderat), tawazun (seimbang), i‘tidal (adil), dan tasamuh (toleran) menjadi dasar dalam setiap kebijakan dan praktik pendidikan. Strategi ini terbukti efektif dalam menanamkan karakter religius yang kontekstual, moderat, dan berkelanjutan di tengah perubahan sosial masyarakat.
Copyrights © 2026