Articles
SOSIALISASI MODEL MANAJEMEN PENDIDIKAN BERBASIS MASYARAKAT DI PONDOK PESANTREN SYEKH QURO KABUPATEN KARAWANG
Undang Ruslan Wahyudin;
Hinggil Permana;
Ella Nurlailasari;
Taufik Mustofa
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2021): Juni 2021
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (549.69 KB)
|
DOI: 10.32832/abdidos.v5i2.865
Pengabdian kepada masyarakat ini merupakan salah satu bentuk tri darma perguruan tinggi. Tujuan pengabdian ini adalah untuk mensosialisasikan model manajemen pendidikan yang berbasis masyarakat. Pihak yang dilibatkan sebagai mitra dalam kegiatan ini ialah lembaga pendidikan yang berbentuk pesantren, karena pondok pesantren merupakan bentuk lembaga pendidikan yang dapat diasumsikan sebagai model pendidikan berbasis masyarakat. Kabupaten karawang mempunyai pesantren yang dikategorikan sebagai salah satu pesantren tertua di Jawa, yaitu Pondok Pesantren Syekh Quro. Pesantren ini didirikan oleh Syekh Hasanudin atau Syekh Quro pada tahun 1340 Saka (1418 M) di Pelabuhan Bunut Kertayasa, Karawang Barat. Realitas yang terjadi di lapangan berkaitan dengan manajemen Pendidikan berbasis masayarakat di pondok pesantren tersebut masih jauh dari harapan. Hal ini disebabkan oleh belum dipahaminya model manajemen pendidikan berbasis masyarakat dan kurang kolaborasi antar pemangku kepentingan. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini ialah ceramah dan tanya jawab yang diselenggarakan dalam bentuk seminar langsung terbatas dikarenakan pandemic covid-19. Sasaran dalam pengabdian kepada masyarakat ini ialah para pengelola dan pengajar pesantren, tokoh masyarakat dan perwakilan masyarakat di sekitar pondok pesantren. Melalui kegiatan PKM ini diharapkan para pengelola pondok pesantren lebih memahami model manajemen Pendidikan berbasis masyarakat sehingga dapat diiplementasikan dalam penyelenggaraan pendidikan dengan tujuan menghasilkan produk SDM unggul di pondok pesantren Syekh Quro, Karawang.
PKM PEMBINAAN GURU SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DALAM PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER (PPK) DI SMK NEGERI 1 KARAWANG
Mimin Maryati;
Taufik Mustofa;
Hinggil Permana
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2021): Juni 2021
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (417.34 KB)
|
DOI: 10.32832/abdidos.v5i2.861
Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Karawang sebagai salah satu sekolah unggulan yang berada di kabupaten Karawang, Jawa Barat sangat konsen dan mendukung program pemerintah tentang penguatan Pendidikan karakter di sekolah. Akan tetapi tujuan ideal pendidikan SMK saat ini masih dikategorikan masih jauh dari kenyataan, realitas yang tergambar saat ini di SMK Negeri 1 Karawang ialah masih kurangnya keteladanan karakter guru kepada siswa, rendahnya pemahaman guru tentang Pendidikan karakter, serta kurangnya pelatihan dan pembinaan bagi guru untuk memahami pentingnya pendidikan karakter. Hal tersebut mendorong pengusul proposal memadukan ide-ide dan gagasan-gagasan dalam menyelesaikan permasalah tersebut dalam kegiatan seminar dan pembinaan guru sekolah menengah kejuruan (SMK) dalam penguatan Pendidikan karakter di SMK Negeri 1 Karawang. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini dengan kegiatan seminar dan pendampingan bagi guru sasaran. Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat ini dapat ditarik kesimpulan bahwa pembinaan ini cukup berhasil dimana peserta pelatihan sangat antusias dalam kegiatan pelatihan, hal tersebut bisa dilihat dari prosentase kehadiran guru sasaran yang mencapai 100%. Disamping itu, hasil pendampingan menunjukkan masing-masing guru telah mengembangkan pemahaman dan pengetahuannya terkait Pendidikan karakter di sekolah. Hal tersebut tampak dari hasil angket guru yang telah menerapkan pendidikan karakter di berbagai kegiatan di sekolah baik bersifat intrakurikuler maupun ekstrakurikuler.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Number Head Together (NHT) terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Aqidah Akhlak MI Al-Wasthiyah Kotabaru Karawang
Rosidah Rosidah;
Akil Akil;
Taufik Mustofa
Intelektualita Vol 9 No 2 (2020): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial dan Sains
Publisher : Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19109/intelektualita.v9i2.6755
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model Numbered Heads Together terhadap hasil belajar siswa kelas III pada mata pelajaran aqidah akhlak kelas III di MI Al-Wasthiyah Kotabaru Karawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode penelitian Quasi Eksperimental Design dengan populasi seluruh siswa kelas III MI AL-Wasthiyah Kotabaru Karawang pada tahun ajaran 2019/2020. Desain dalam penelitian ini adalah Noneequivalen Control Group Design dengan teknik purposive sampling pengambilan sampel dari populasi dilakukan tidak secara acak. Berdasarkan analisis uji perbedaan rata-rata pada tahap akhir diperoleh bahwa nilai Thitung sebesar 2,913 > Ttabel 2,048 dengan sig. (0,010) < ɑ (0,05) menunjukkan terdapat pengaruh yang tinggi sehingga dapat dikatakan adanya pengaruh penerapan model pembelajaran Numbered Head Together terhadap hasil belajar siswa kelas III pada mata pelajaran Aqidah akhlak di MI Al-Wasthiyah Kotabaru Karawang
Analisis Nilai – Nilai Wawasan Kebangsaan dalam Buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 8
Sahrul Kamal;
Tajuddin Noor;
Taufik Mustofa
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 9 No 1 (2022): Jurnal Pendidikan Islam: Al I'tibar
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30599/jpia.v9i1.1081
Wawasan kebangsaan adalah semangat cinta tanah air, menghargai perbedaan yang ada, dan selalu menjunjung persatuan dan kesatuan. Nilai – nilai kebangsaan dapat diupayakan dalam kehidupan sehari - hari peserta didik sebagai peningkatan sikap nasionalisme dalam menjunjung negara Indonesia. Wawasan kebangsaan didapatkan dalam pengetahuan di sekolah, buku ajar tentu menjadi hal utama sebagai jembatan antara guru dengan pesera didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep nilai – nilai wawasan kebangsaan yang terdapat pada buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 8. Penelitian ini menggunakan metode penelitan pustaka (library research) dan menggunakan pendekatan analisis isi (content analysis). Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah dalam 14 bab di dalam buku pelajaran terdapat 10bab yang termasuk ke dalam 6 nilai – nilai wawasan kebangsaan, yaitu : 1) Penghargaan terhadap Harkat dan Martabat Manusia sebagai Makhluk Ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa terdapat pada bab 1. 2) Tekad Bersama untuk Berkehidupan Kebangsaan yang Bebas, Merdeka, dan Bersatu pada bab 3 dan bab 4. 3) Cinta tanah air dan bangsa pada bab 13 dan bab 14. 4) Demokasi atau Kedaulatan Rakyat pada bab 9. 5) Kesetiakawanan Sosial terdapat pada bab 8 dan bab 11. 6) Masyarakat adil dan makmur terdapat pada bab 6 dan bab 7. Kata kunci: Buku Ajar, Pendidikan Agama Islam, Wawasan Kebangsaan
PENERAPAN METODE TEAM QUIZ UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA KELAS IV PADA MATA PELAJARAN PAI
Taufik Mustofa, Iqbal Amar Muzaki, Hinggil Permana
Jurnal Al-Ulum : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Ke-Islaman Vol 8 No 1 (2021): al- Ulum (Jurnal Pendidikan, Penelitian dan pemikiran ke Islaman)
Publisher : Universitas Islam Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Researchers conducted class action research using team quiz model. This is done so that students can learn actively. After that, it is expected that after completing the learning with the application of team quiz model, researchers are aware of the improvement of students' cognitive learning outcomes at SDN Tenjolaya Cicalengka, especially grade IV. This research was conducted by class action (PTK) research method; i.e. efforts to improve the quality of learning in improving the quality of learning by performing practical actions as well as reflective. The process of collecting data with technical observation between teachers and students. A total of 28 students consisting of 14 female students and 14 male students of grade IV SDN Tenjolaya were the objects in this study. The results showed that the implementation of this Team quiz method was well organized. This can be seen from the increase in the average student's learning score in each cycle. With this team quiz method, in the first cycle the results (grades) learn the cognition of students at an average of 66, 25. In the second cycle the results (grades) of learning cognition of students increased significantly because it was suspected that the attitude of seriousness of students increased so that the average score of students obtained 82.67. Based on that, this team quiz method is considered suitable for use in PAI learning process.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP HUKUM PERNIKAHAN DINI DAN DAMPAKNYA DI KECAMATAN TELUKJAMBE TIMUR KABUPATEN KARAWANG
Nadya Aulia Syfa;
Tajuddin Noor;
Taufik Mustofa
Jurnal Al-Ulum : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Ke-Islaman Vol 9 No 1 (2022): al-Ulum: Jurnal pendidikan, penelitian dan pemikiran keislaman
Publisher : Universitas Islam Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31102/alulum.9.1.2022.45-56
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap hukum pernikahan dini dan dampaknya di Kecamatan telukjambe timur kabupaten karawang. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan pengambilan data melalui wawancara mendalam dan obervasi lapangan. pengambilan data pada penelitian ini menggunakan data premier yang di peroleh secara langsung dari sumber data yaitu persepsi beberapa Masyarakat setempat tentang hukum pernikahan dini dan dampaknya di Kecamatan Telukjambe Timur kabupaten Karawang. Informan dalam penelitian ini sebanyak 5 orang. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat diketahui bahwa Majelis Ulama Indonesia memberikan rekomendasi kepada pemerintah untuk lebih gencar mensosialisasikan terkait UU No. 16 Tahun 2019 tentang perkawinan dengan tujuan agar tidak adanya pernikahan dini yang menyimpang dari tujuan serta hikmah pernikahan. Masyarakat telah memahami hukum pernikahan dini baik hukum dalam Persfektif Islam maupun hukum Negara. Selain itu masyarakat juga cenderung tidak setuju dengan adanya pernikahan dini karena dianggap memiliki banyak sekali dampak negatif yang dirasakan khususnya bagi pelaku pernikahan dini. Perlu adanya sangsi yang tegas bagi masyarakat yang melanggar karena ini bertujuan untuk ketertiban dalam kehidupan bermasyarakat serta mencegah terjadinya dampak negatif pernikahan dini.
Implementasi Nilai Karakter Kedisiplinan Peserta Didik dalam Meningkatkan Proses Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Kelas VIII SMP Islam Karawang
Rina Maelani;
Tajuddin Noor;
Taufik Mustofa
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 7 No 6 (2021): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (215.907 KB)
|
DOI: 10.5281/zenodo.5558599
Education Of character Discipline is an adherence to regulation that strictly applies diciplinariy as the order of research is intended for : (1). Knowing the concept of a character dicipline. (2). Knowing what is the learning process of islamic education. (3). Knowing how the Implementation of the character discipline of learners enchances the proses of islamic education in the eighth grade of islamic high school. The approach to this study involves a qualitative data aapproach obtained through interviews with the Curriculum teacher of the islamic religious education course and some students for the eighth grade of islamic high school. Results from research suggest that: (1). The education of Character discipline in the VIII Grade especially in the subject of islamic education is essential in the learning process. (2). The feedback of learners during the islamic educational learning process is very possitive, because how teachers communicate materials is easy to absorb. (3). The implementations of character education in the islamic religious learning process is already applied by teachers as an example before starting learning besides having to perform Dhuha Shalat first and reading the short eighth grade student’s section required to memorise Juz 30 as many as 5 to 10 verses a day
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PENGEMBANGAN SIKAP SOSIAL SDN KEDUNGWARINGIN 02
Arif Budiman;
Endin Tajuddin Noor;
Taufik Mustofa
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 6, No 2 (2021): AL-MUADDIB : JURNAL ILMU-ILMU SOSIAL DAN KEISLAMAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/muaddib.v6i2.162-167
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam pengembangan sikap sosial siswa di SDN Kedungwaringin 02 serta apa faktor pendukung dan penghambat implementasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam pengembangan sikap sosial siswa di SDN Kedungwaringin 02. Penelitian ini sangat diperlukan guna membentuk sikap social siswa ditengah krisisnya moral anak dibawah umur saat ini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa SDN Kedungwaringin 02 telah melaksanakan pembelajaran Pendidikan Agama Islam dengan menanamkan sikap social yang terdiri dari kegiatan senyum, sapa, salam (3S), membiasakan berdo’a, membaca Al-Qur’an, dakwah atau istighosah, sholat dhuha, sholat dhuhur berjamah, peringatan hari besar islam, pondok ramadhan, melakukan kegiatan kepedulian social seperti toleransi beragama, infaq dan sodaqoh, menjenguk teman dan atau saudara yang sakit. Faktor pendukung pembelajaran PAI adalah tersedianya sarana prasarana serta guru PAI yang seusai bidangnya. Faktor penghambat pembelajaran PAI adalah meskipun sudah tersedia namun belum sesuai dengan standart serta kurangnya pengembangan pengetahuan bagi guru PAI.
Pelatihan Penggunaan Aplikasi Penilaian Siswa (iPENA) Untuk Guru Sebagai Media Pelaporan Perkembangan Siswa Paud di Kabupaten Karawang
Feronica Eka Putri;
Nancy Riana Nancy;
Taufik Mustofa Taufik;
Nur Rahmansyah Nur
DHARMA RAFLESIA Vol 20, No 1 (2022): JUNI (ACCREDITED SINTA 5)
Publisher : Universitas Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33369/dr.v20i1.19291
Satuan Pendidikan Anak Usia Dini di Kabupaten Karawang belum memiliki aplikasi penilaian yang dapat mendukung kinerja guru pada kondisi pandemic. Penilaian kebutuhan cepat (Rapid Need Assessment) yang dilakukan peneliti pada bulan September 2020 kepada guru-guru PAUD di Kabupaten Karawang, menunjukkan bahwa 70% guru belum menggunakan program database penilaian siswa, artinya guru masih melakukan pelaporan penilaian siswa secara manual, 80% guru mengalami kesulitan dalam melakukan database dan pelaporan kegiatan siswa selama pandemi, 40% guru belum memahami bagaimana pelaporan seharusnya dilakukan. Berdasarkan masalah tersebut mengadakan pelatihan sangat tepat untuk memberikan pelatihan dalam melakukan pelaporan online menggunakan aplikasi iPENA kepada guru PAUD di Kabupaten Karawang. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan wawasan baru mengenai penggunaan teknologi informasi pada dunia pendidikan. Manfaatnya meningkatkan kinerja guru selama pandemic dan hasil perkembangan siswa dapat dilaporkan secara berkelanjutan. Hasil pelatihan aplikasi penilaian siswa ini telah memenuhi kebutuhan guru akan pelaporan penilaian berbasis online. Respon pengguna terhadap penggunaan aplikasi penilaian siswa menunjukkan rata-rata sebesar 90.2% dari segi aspek fungsional, fitur yang ada dalam aplikasi penilaian siswa sudah sesuai dengan form penilaian PAUD. 91.8% responden menyatakan web aplikasi ini dapat digunakan dengan mudah oleh siapa saja.
Urgensi Pendidikan Prenatal dalam Prespektif Islam
Tiya Latipah;
Undang Ruslan Wahyudin;
Taufik Mustofa
AS-SABIQUN Vol 4 No 3 (2022): JULI
Publisher : Pendidikan Islam Anak Usia Dini STIT Palapa Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36088/assabiqun.v4i3.1918
Parents are the most important and first educators for a child, because children receive the first education from children. Mothers and fathers play an important and very influential role in the development of children. The mother stayed with him because the child remained in the womb until delivery. Therefore, he imitates the temperament of the mother, and the child usually loves the mother more. As we know, mothers are the first madrasa or school for their children. Likewise, the father's influence is immense, and he is a major helper and a character greatly admired for his toughness and wisdom in dealing with the subject. Fathers have an important role in the development of children. Islam goes very well like family education and its main goal is to create a generation of noble character. To achieve this, the family, especially parents, is the first foundation of a child's basic education. Basic education is the education that a mother receives during pregnancy (before giving birth). This study aims to explain the importance of prenatal education from an Islamic perspective. This search is a qualitative descriptive literature search. The data collection technique in this case is to identify discourses from books, articles, magazines, the Web (Internet) or other information. The data analysis method used is content analysis. The results of this study indicate that Islam is very concerned about prenatal education and instilling good values so that it becomes the basic capital for the development of subsequent life. Islam commands all parents to pay attention to every movement of their behavior during pregnancy. Both in the way children are raised and the material given to children as the first environment that children receive.