Pesatnya perkembangan teknologi digital dalam beberapa dekade terakhir telah merombak tatanan komunikasi, akses informasi, serta interaksi sosial kalangan muda. Integrasi internet dan gawai pintar menjadikan dunia maya sebagai elemen vital dalam keseharian remaja. Hal ini memicu fenomena Fear of Missing Out (FOMO), yakni kecemasan akibat takut tertinggal dari tren atau interaksi digital yang dianggap penting. Bagi remaja Muslim, dampak FOMO melampaui aspek psikologis semata, melainkan berpotensi mengancam pembentukan karakter dan internalisasi nilai-nilai akhlak Islami. Arus informasi yang deras serta budaya pamer di media sosial dapat menggeser orientasi nilai, memicu kompetisi berlebihan, dan melemahkan kendali diri. Namun, riset yang secara spesifik menghubungkan FOMO dengan pembentukan akhlak Islami pada remaja Muslim masih minim. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemahaman dan implementasi nilai Islam di tengah dominasi budaya FOMO, serta menelaah keselarasan antara tujuan pendidikan Islam dengan realitas digital. Menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-kualitatif dan analisis isi terhadap literatur klasik dan kontemporer, hasil kajian menunjukkan bahwa FOMO berpotensi mengikis nilai keikhlasan, qana’ah, kerendahan hati, serta pengendalian diri. Implikasi dari temuan ini mengarah pada perlunya strategi pendidikan akhlak Islami yang adaptif melalui integrasi konsep tazkiyatun nafs, literasi digital berbasis nilai Islam, serta keteladanan di lingkungan keluarga dan pendidikan.
Copyrights © 2026