Syifa Adilla Zahra
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

The Ability to Memorize the Qur’an: How Does the Effectiveness of the Wahdah and Sima’i Methods? Syifa Adilla Zahra; Nurul Azizah; Imam Syafe’i; Syaiful Anwar; Erni Yusnita
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (1)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i1.937

Abstract

The purpose of this study is to assess the effectiveness of the Wahdah and Sima’i methods in enhancing the ability to memorize the Qur'an, as well as to examine the differences in effectiveness between these two methods. This research employs a quantitative approach with a quasi-experimental design. The population in this study consists of eighth-grade students who use the Wahdah method, Sima’i method, and conventional methods. "The Wahdah method is a memorization technique where the verses to be memorized are learned one by one. The Wahdah method is a memorization approach in which the verses to be committed to memory are studied individually, one at a time. The sample for the study includes eighth-grade students who are willing to complete the distributed questionnaire. The sampling technique used in this study is a probability sampling technique with the type of simple random sampling, which involves randomly selecting samples from class H, where the researcher selects two classes consisting of an experimental class and a control class. The questionnaire is designed to uncover the success of a study, with statements based on a Likert scale consisting of five response options: Strongly Agree (SA), Agree (A), Neutral (N), Disagree (D), and Strongly Disagree (SD) to measure the attitudes, opinions, and perceptions of the participants. The instrument in this study includes statements based on the Likert scale according to the indicators proposed by Toyyib, which consist of three indicators: (1) The fluency of reading the memorized Qur'an, (2) The accuracy of applying the tajwid rules in reading the memorized Qur'an, (3) The fluency in reading the memorized Qur'an. There are 21 items in the questionnaire, which have been validated by a validator. The questionnaire was then pilot tested on a class outside the sample, after which the pilot test data was analyzed for validity. The number of valid statements identified was 14, and the questionnaire was subsequently distributed to respondents in the experimental and control classes. The data collected will undergo validity and reliability testing. Validity reflects how well the measurement instrument is able to measure what it is intended to measure and how relevant the instrument is to the measurement goals. Reliability is used to evaluate whether the data collection tool shows consistency, accuracy, stability, or reliability in revealing certain phenomena. Cronbach’s Alpha is used to evaluate the consistency of the results. Normality and homogeneity tests will then be conducted to determine if the data is normally distributed and to assess whether the data has similar characteristics. To assess the significance level, this study will perform a One-Way ANOVA test to determine the significant differences between the experimental and control groups. The analysis results show that both the Wahdah and Sima’i memorization methods have a positive impact on students' memorization abilities, although not all statistical analyses reveal significant differences. This study concludes that the application of innovative memorization methods can enhance the quality of memorization skills, particularly in the subjects of Quran and Hadith.
Analisis Penerapan Media Audio Visual Dalam Pembelajaran Fikih pada Siswa Sekolah Dasar Syifa Adilla Zahra; Nur Rohfitta; Ryan Radjendra; Wiwin Sunita; Nilawati Tadjuddin
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - Maret 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.9.1.2026.8258

Abstract

Pada tingkat dasar, pembelajaran Fikih tidak hanya menekankan pemahaman konsep, tetapi juga kemampuan mempraktikkan ibadah secara tepat dan berkesinambungan. Karena itu, dibutuhkan strategi yang mampu menyajikan materi secara konkret, kontekstual, dan menarik agar mudah dipahami siswa. Media audio visual dipilih sebagai alternatif karena memadukan unsur gambar, suara, dan gerak yang dapat menciptakan pengalaman belajar lebih interaktif dan bermakna. Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi media pembelajaran audio visual dalam mata pelajaran Fikih pada siswa kelas V melalui studi kasus di SD Negeri 2 Kampung Baru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi pembelajaran, wawancara dengan guru dan siswa kelas V di SD Negeri 2 Kampung Baru, serta dokumentasi terkait proses pembelajaran Fikih. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media audio visual berdampak positif terhadap motivasi, keterlibatan aktif, dan pemahaman siswa. Siswa menjadi lebih antusias, lebih mudah memahami materi praktik ibadah, serta lebih percaya diri saat mempraktikkannya. Kendati demikian, terdapat kendala berupa keterbatasan fasilitas teknologi dan manajemen waktu. Secara umum, media audio visual dinilai efektif mendukung pembelajaran Fikih jika dirancang dan difasilitasi dengan baik.
Qur'an Memorization Ability: A Research Study on the Effectiveness of the Wahdah Method Syifa Adilla Zahra; Nur Aditiya; Refty Ani Arum Daty; Nurilmi Hidayah; Putri Putri; Nurul Azizah
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 2 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i2.427

Abstract

Metode memegang peranan penting dalam keberhasilan menghafal Al-Qur'an. Keberhasilan atau kegagalan dalam menghafal sangat bergantung pada metode yang digunakan. Tanpa metode yang tepat, proses belajar menghafal tidak akan berhasil. Metode adalah bagian penting dalam pembelajaran setelah tujuan. Penelitian ini ingin mengetahui apakah metode Wahdah efektif membantu siswa kelas VIII dalam menghafal Al-Qur'an dengan lebih baik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi-eksperimental). Penelitian ini dilaksanakan di kelas VIII MTs Darul Huffaz pada semester pertama tahun ajaran 2024/2025. Pemilihan sampel dilakukan secara acak dengan teknik simple random sampling dengan kelompok eksperimen dan kelompok control. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket model Likert. Data dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, normalitas, homogenitas, dan uji t. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode Wahdah efektif dalam membantu siswa meningkatkan kemampuan hafalan mereka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan metode menghafal yang inovatif seperti Wahdah berpotensi meningkatkan kualitas hafalan Al-Qur'an, khususnya dalam pembelajaran Al-Qur'an Hadits. Penelitian ini berkontribusi dalam dunia pendidikan dengan membuktikan efektivitas metode Wahdah dalam menghafal Al-Qur'an. Metode ini terbukti meningkatkan kualitas hafalan, menjaga kesuciannya, dan memberikan dukungan efektif bagi pendidik dan peserta didik. Temuan menunjukkan pentingnya menggunakan metode interaktif yang sesuai dengan kebutuhan siswa untuk mencapai hasil menghafal yang lebih cepat, mudah, dan akurat. Penelitian ini membuka peluang pengembangan metode menghafal yang lebih kreatif dan relevan, serta membantu menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dengan meningkatkan motivasi dan disiplin siswa dalam menghafal Al-Qur'an. Selain itu, penelitian ini membuka peluang untuk mengembangkan metode menghafal yang lebih kreatif dan relevan. Menciptakan lingkungan belajar yang Mendukung Dengan memilih metode yang sesuai, lingkungan belajar akan menjadi lebih mendukung, baik bagi penghafal maupun pendidik. Siswa akan lebih termotivasi dan disiplin dalam menghafal, yang pada gilirannya akan meningkatkan hasil belajar mereka.
The Social Education Values in the Qur'an, Surah Al-Hujurat, Verses 11-13 Syifa Adilla Zahra; Syifaul Karima; Nur Rohfitta; Ainal Gani; Guntur Cahaya Kesuma; A. Fatoni
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 4 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i4.581

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis nilai-nilai toleransi dan kerukunan sosial yang terdapat dalam Q.S. Al-Hujurat ayat 11–13 melalui pendekatan tafsir tematik, dengan merujuk pada Tafsir Al-Mishbah. Ayat-ayat tersebut menekankan perlunya mempertahankan harga diri sosial, menghindari asumsi negatif, melarang penghinaan terhadap sesama, serta mempromosikan pembentukan relasi sosial yang sehat berdasarkan prinsip ta’aruf atau saling mengenal. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik studi pustaka. Sumber primer yang dikaji adalah Tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab, yang diperkaya dengan referensi pendukung dari kitab tafsir lainnya, jurnal ilmiah, serta laporan terkait isu sosial dan keagamaan. Data dikumpulkan melalui kajian terhadap sumber utama, yaitu Tafsir Al-Mishbah, dan didukung oleh berbagai sumber sekunder yang relevan seperti jurnal ilmiah Tahun 2021-2025, buku Tafsir Al-Misbah jilid 13, serta penelitian yang membahas isu intoleransi dan harmoni sosial. Analisis data dilakukan menggunakan metode content analysis dengan menelaah makna QS. Al-Hujurat ayat 11–13 berdasarkan tafsir Quraish Shihab, kemudian menghubungkannya dengan kondisi sosial yang ada di Indonesia. Hasil penelitian ini mengungkap bahwa Tafsir Al-Mishbah menyajikan interpretasi yang sesuai dan bermanfaat dalam menghadapi isu sosial kontemporer, seperti ujaran kebencian, diskriminasi, dan konflik identitas. Nilai-nilai dalam ayat-ayat tersebut dapat menjadi fondasi etika bagi kehidupan masyarakat yang plural, serta memiliki relevansi signifikan sebagai acuan dalam pengembangan pendidikan karakter dan perumusan kebijakan sosial. Penelitian ini menegaskan urgensi pemahaman dan penerapan ajaran Al-Qur’an secara kontekstual untuk membentuk masyarakat yang adil, inklusif, dan penuh toleransi.
Implementation of Al-Ghazali Educational Philosophy in Student Character Development Syifaul Karima; Syifa Adilla Zahra; Syaiful Anwar; Siti Zulaikhah; Nur Rohfitta; Wildayah Musyafa
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 4 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i4.592

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi filsafat pendidikan Al-Ghazali, khususnya konsep Tazkiyat Al-Nafs (pembersihan jiwa), Riyadhah Al-Nafs (latihan jiwa), dan Ta'dib (pendidikan moral-agama), dalam pengembangan karakter peserta didik di MTs Darul Huffaz Lampung. Latar belakang penelitian didasari oleh tantangan degradasi moral di kalangan remaja, di mana pendidikan karakter berbasis Islam diperlukan untuk membentuk akhlak mulia sesuai ajaran Al-Ghazali. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus di MTs Darul Huffaz Lampung, melibatkan 15 informan (siswa, guru, dan kepala sekolah) melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi filsafat Al-Ghazali berhasil melalui program pembiasaan seperti muhasabah harian, pengajaran berbasis Hikmah-Syaja'ah-Iffah adalah, dan peran guru sebagai teladan. Karakter siswa meningkat dalam aspek kejujuran, disiplin, dan kedekatan spiritual. Namun, tantangan utama meliputi kurangnya pelatihan guru mendalam dan keterbatasan sumber daya. Kesimpulan penelitian menyatakan bahwa filsafat Al-Ghazali relevan untuk pengembangan karakter holistik di MTs Darul Huffaz Lampung, dengan rekomendasi peningkatan kurikulum terintegrasi dan workshop bagi pendidik. Penelitian ini berkontribusi pada pengayaan praktik pendidikan Islam di Indonesia
Internalisasi Nilai-Nilai Akhlak Islami Pada Remaja Muslim di Era Budaya Fear of Missing Out (FOMO) Syifa Adilla Zahra; Siti Khotimah; Riki Adi Pratama; Yuberti Yuberti; Abd Rahman Hamid; Baharudin Baharudin
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 8 No. 2 (2026): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v8i2.747

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi digital dalam beberapa dekade terakhir telah merombak tatanan komunikasi, akses informasi, serta interaksi sosial kalangan muda. Integrasi internet dan gawai pintar menjadikan dunia maya sebagai elemen vital dalam keseharian remaja. Hal ini memicu fenomena Fear of Missing Out (FOMO), yakni kecemasan akibat takut tertinggal dari tren atau interaksi digital yang dianggap penting. Bagi remaja Muslim, dampak FOMO melampaui aspek psikologis semata, melainkan berpotensi mengancam pembentukan karakter dan internalisasi nilai-nilai akhlak Islami. Arus informasi yang deras serta budaya pamer di media sosial dapat menggeser orientasi nilai, memicu kompetisi berlebihan, dan melemahkan kendali diri. Namun, riset yang secara spesifik menghubungkan FOMO dengan pembentukan akhlak Islami pada remaja Muslim masih minim. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemahaman dan implementasi nilai Islam di tengah dominasi budaya FOMO, serta menelaah keselarasan antara tujuan pendidikan Islam dengan realitas digital. Menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-kualitatif dan analisis isi terhadap literatur klasik dan kontemporer, hasil kajian menunjukkan bahwa FOMO berpotensi mengikis nilai keikhlasan, qana’ah, kerendahan hati, serta pengendalian diri. Implikasi dari temuan ini mengarah pada perlunya strategi pendidikan akhlak Islami yang adaptif melalui integrasi konsep tazkiyatun nafs, literasi digital berbasis nilai Islam, serta keteladanan di lingkungan keluarga dan pendidikan.