Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kekuatan dan tantangan Sekolah Islam Terpadu (SIT) melalui studi kasus di SD IT Al Hijrah 2 Deli Serdang berdasarkan hasil observasi PLP 1. Kajian ini dilakukan untuk memperoleh gambaran komprehensif tentang kualitas manajemen sekolah, proses pembelajaran, sarana prasarana, serta kultur pendidikan yang terbangun dalam lingkungan sekolah Islam terpadu di daerah berkembang. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai instrumen utama. Data dianalisis secara tematik untuk memetakan aspek-aspek strategis yang menjadi kekuatan maupun kelemahan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah memiliki sejumlah keunggulan, antara lain implementasi program multibahasa (Indonesia, Arab, Inggris), program tahfiz Al-Qur’an dengan target dua juz, pendampingan hafalan oleh dua guru tahfiz di setiap kelas, serta ketersediaan sarana dan prasarana belajar yang tergolong lengkap. Namun demikian, ditemukan pula beberapa kelemahan seperti penggabungan ruang kepala sekolah dengan ruang tata usaha, ukuran UKS yang terlalu kecil, serta ketiadaan kantin dan koperasi sekolah. Selain itu, berbagai peluang pengembangan muncul dari potensi multilingual, kerja sama internasional, dan keunggulan fasilitas yang dapat menjadi nilai jual sekolah. Di sisi lain, ancaman muncul ketika kelemahan manajerial ruang dan keterbatasan fasilitas tertentu berpotensi menurunkan efektivitas layanan pendidikan. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan gambaran utuh mengenai kondisi empiris SIT dan dapat menjadi dasar perbaikan bagi pengelola sekolah maupun referensi akademik terkait pengembangan model pendidikan Islam terpadu.
Copyrights © 2025