Kemampuan komunikasi efektif masih menjadi tantangan bagi banyak siswa, yang ditunjukkan melalui rendahnya partisipasi dalam diskusi, kurangnya kepercayaan diri, serta kesulitan menyampaikan ide secara runtut. Permasalahan ini tidak hanya berkaitan dengan aspek keterampilan, tetapi juga dipengaruhi oleh pola pikir siswa dalam memandang kemampuan dirinya. Penelitian pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan komunikasi siswa melalui pendampingan soft skill awareness yang diintegrasikan dengan pendekatan pola pikir bertumbuh (growth mindset). Kegiatan dilaksanakan pada 30 siswa MAN 2 Kerinci dengan melibatkan orang tua sebagai mitra, menggunakan metode experiential learning berupa ceramah interaktif, diskusi, simulasi, dan role play. Evaluasi dilakukan melalui desain pretest-posttest serta observasi partisipatif. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor komunikasi dari 38,73 menjadi 42,07 dengan selisih 3,33 poin yang signifikan secara statistik (p < 0,05). Selain itu, terjadi peningkatan pada aspek kepercayaan diri, kemampuan menyampaikan ide secara terstruktur, keterampilan mendengarkan aktif, serta komunikasi empatik. Integrasi growth mindset mendorong siswa untuk memandang komunikasi sebagai kemampuan yang dapat dikembangkan melalui latihan dan pengalaman, sehingga mengurangi kecemasan berbicara dan meningkatkan partisipasi aktif. Keterlibatan orang tua turut memperkuat keberlanjutan praktik komunikasi di lingkungan rumah. Dengan demikian, program ini terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan komunikasi sekaligus membangun pola pikir adaptif yang mendukung perkembangan soft skill siswa secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026