Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pembelajaran Al-Qur’an bagi siswa tunarungu melalui metode kitabah dan bahasa isyarat di Sekolah Luar Biasa (SLB). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan guru Pendidikan Agama Islam dan dokumentasi pembelajaran. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Al-Qur’an dilaksanakan melalui pendekatan visual dengan mengintegrasikan metode kitabah, bahasa isyarat, media visual, dan pengulangan materi secara bertahap. Metode kitabah membantu siswa mengenali dan mengingat bentuk huruf hijaiyah melalui aktivitas menulis, sedangkan bahasa isyarat berfungsi sebagai media komunikasi utama dalam penyampaian materi pembelajaran. Guru juga menerapkan pendekatan individual sesuai kemampuan siswa. Kendala utama dalam pembelajaran meliputi pelafalan makharijul huruf, keterbatasan kemampuan bahasa, dan perbedaan tingkat pemahaman siswa. Untuk mengatasi kendala tersebut, guru menggunakan media visual interaktif, pengulangan materi, dan pendampingan intensif. Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi metode kitabah dan bahasa isyarat dapat menjadi strategi pembelajaran Al-Qur’an yang adaptif dan inklusif bagi siswa tunarungu di SLB.
Copyrights © 2026