Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk desain media Smart box berbasis multisensori, mengetahui tingkat kelayakan media yang dikembangkan, serta menganalisis respon guru terhadap penggunaan media Smart box berbasis multisensori dalam pembelajaran bahasa anak usia 5–6 tahun. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4D (Four-D Model) yang meliputi tahap Define (pendefinisian), Design (perancangan), Develop (pengembangan), dan Disseminate (penyebaran). Produk yang dikembangkan berupa media Smart box berbasis multisensori yang dirancang untuk menstimulasi kemampuan keaksaraan anak melalui aktivitas belajar yang melibatkan indera visual, auditori, dan taktil. Subjek penelitian melibatkan 6 guru PAUD dari tiga lembaga, yaitu RA Al-Falah Sukajaya, KB Ar-Rasyid, dan RA Darul Ulum, serta anak usia 5–6 tahun sebagai pengguna media. Data penelitian terdiri atas data kualitatif dan kuantitatif yang diperoleh melalui observasi, wawancara, angket validasi ahli materi, ahli media, ahli bahasa, dan angket respon guru. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan kategori sangat baik, baik, cukup, dan kurang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Smart box berbasis multisensori memperoleh kategori sangat baik berdasarkan validasi ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa sehingga dinyatakan layak digunakan dalam pembelajaran. Respon guru terhadap penggunaan media juga menunjukkan kategori sangat baik. Selain itu, anak menunjukkan antusiasme, keaktifan, dan respon positif selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Dengan demikian, media Smart box berbasis multisensori dinyatakan layak dan praktis digunakan untuk mendukung pembelajaran bahasa dan menstimulasi kemampuan keaksaraan anak usia 5–6 tahun.
Copyrights © 2026