Kesenjangan terbesar dalam mencetak calon pendidik di perguruan tinggi adalah tingginya asupan teoretis yang tidak diimbangi dengan simulasi penanganan kasus nyata di ruang kelas. Bagi calon guru, kurangnya pengalaman praktis sering kali memicu kegagalan dalam menyederhanakan materi yang kompleks. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengintervensi kelemahan tersebut melalui penerapan Buku Paket Kontekstual Papua (BPKP) yang dilengkapi dengan metode simulasi. Kegiatan ini melibatkan 61 mahasiswa program studi PGSD Universitas Cenderawasih. Evaluasi program menerapkan metode campuran (mixed-method). Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif (pre-test/post-test), sementara evaluasi kualitatif dieksekusi secara murni menggunakan instrumen analitik Computer-Assisted Qualitative Data Analysis (LONTAR). Hasil evaluasi kognitif menunjukkan peningkatan konsisten, di mana Mean bergerak dari 3,87 (SD=1,02) menjadi 4,57 (SD=0,50), diiringi skor kepuasan 4,90 dari 5,00. Melalui penelusuran jejak audit (evidence trail) pada tema keterampilan psikomotorik, terindikasi secara kuat bahwa penggunaan klip visual dan simulasi kasus nyata dalam pelatihan BPKP berhasil membongkar kompleksitas pedagogik menjadi struktur yang mudah dipahami. Calon guru berhasil mengakuisisi keterampilan teknis mengajar (how-to-teach), sebuah kompetensi praktis yang sangat esensial untuk mengkompensasi kurangnya jam terbang pendidik pemula di sekolah dasar wilayah pedalaman.
Copyrights © 2026