Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Akselerasi Keterampilan (Psikomotor) Calon Guru Sekolah Dasar: Pemanfaatan Simulasi Kasus Nyata Berbasis Buku Paket Kontekstual Papua (BPKP) Daud Kaigere; Alim Mutaqin; Abdul Karim; Martijn van Driel; Okky Riswandha Imawan
INCOME: Indonesian Journal of Community Service and Engagement Vol 5 No 2 (2026)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/income.v5i2.2194

Abstract

Kesenjangan terbesar dalam mencetak calon pendidik di perguruan tinggi adalah tingginya asupan teoretis yang tidak diimbangi dengan simulasi penanganan kasus nyata di ruang kelas. Bagi calon guru, kurangnya pengalaman praktis sering kali memicu kegagalan dalam menyederhanakan materi yang kompleks. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengintervensi kelemahan tersebut melalui penerapan Buku Paket Kontekstual Papua (BPKP) yang dilengkapi dengan metode simulasi. Kegiatan ini melibatkan 61 mahasiswa program studi PGSD Universitas Cenderawasih. Evaluasi program menerapkan metode campuran (mixed-method). Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif (pre-test/post-test), sementara evaluasi kualitatif dieksekusi secara murni menggunakan instrumen analitik Computer-Assisted Qualitative Data Analysis (LONTAR). Hasil evaluasi kognitif menunjukkan peningkatan konsisten, di mana Mean bergerak dari 3,87 (SD=1,02) menjadi 4,57 (SD=0,50), diiringi skor kepuasan 4,90 dari 5,00. Melalui penelusuran jejak audit (evidence trail) pada tema keterampilan psikomotorik, terindikasi secara kuat bahwa penggunaan klip visual dan simulasi kasus nyata dalam pelatihan BPKP berhasil membongkar kompleksitas pedagogik menjadi struktur yang mudah dipahami. Calon guru berhasil mengakuisisi keterampilan teknis mengajar (how-to-teach), sebuah kompetensi praktis yang sangat esensial untuk mengkompensasi kurangnya jam terbang pendidik pemula di sekolah dasar wilayah pedalaman.
Evaluasi Formatif dan Needs Assessment Pelatihan Calon Guru SD: Urgensi Ekstensi Waktu dan Institusionalisasi Laboratorium Praktikum Microteaching Suwita Suwita; Amelia Warikar; Elieser Kulimbang; Martijn van Driel; Okky Riswandha Imawan
INCOME: Indonesian Journal of Community Service and Engagement Vol 5 No 2 (2026)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/income.v5i2.2195

Abstract

Keberlanjutan dan efektivitas sebuah program pengabdian kepada masyarakat tidak hanya diukur dari tingkat kepuasan partisipan, melainkan dari kedalaman evaluasi formatif terhadap kekurangan pelaksanaan program tersebut. Artikel ini menyajikan needs assessment (analisis kebutuhan) berbasis data campuran (mixed-method) pasca-pelatihan literasi dan numerasi menggunakan Buku Paket Kontekstual Papua (BPKP) bagi 61 mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Cenderawasih. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif, sementara data kualitatif dievaluasi menggunakan Computer-Assisted Qualitative Data Analysis Software (CAQDAS) LONTAR, dengan isolasi analisis secara ketat pada domain tema "Kritik dan Saran". Hasil evaluasi kognitif menunjukkan peningkatan fundamental dari Mean 3,87 (SD=1,02) menjadi 4,57 (SD=0,50), diiringi skor kepuasan penyelenggaraan 4,90 dari 5,00. Jejak audit kualitatif membuktikan bahwa durasi pelatihan yang singkat menjadi hambatan utama dalam internalisasi materi. Partisipan secara eksplisit menuntut perpanjangan waktu kegiatan, penambahan porsi simulasi/praktik, serta peletakan modul BPKP sebagai inventaris wajib di laboratorium kampus. Temuan ini merekomendasikan perlunya pergeseran kebijakan institusional, dari yang sekadar penyelenggaraan seminar insidental berdurasi dua hari, menuju program praktikum terstruktur dan penyediaan infrastruktur laboratorium yang memadai bagi calon pendidik.  
Implementasi Buku Paket Kontekstual Papua (BPKP) untuk Reduksi Beban Administratif dan Potensi Mitigasi Burnout Calon Guru SD Tifanny Shahnaz Rusli; Lidwina Cornelia Maniboey; Rispah Purba; Martijn van Driel; Raoda Ismail
INCOME: Indonesian Journal of Community Service and Engagement Vol 5 No 2 (2026)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/income.v5i2.2196

Abstract

Beban administratif klerikal, khususnya penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) atau Modul Ajar yang repetitif, telah teridentifikasi sebagai salah satu faktor kontributor terhadap kelelahan kerja (burnout) pada pendidik di sekolah dasar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengintervensi masalah manajerial tersebut melalui pelatihan literasi dan numerasi menggunakan Buku Paket Kontekstual Papua (BPKP) yang melibatkan 61 mahasiswa calon guru PGSD Universitas Cenderawasih. Evaluasi program menggunakan mixed-method sederhana, memadukan pengukuran statistik deskriptif (pre-test/post-test) dan pendekatan Natural Language Processing (NLP) menggunakan perangkat lunak LONTAR untuk mengekstraksi sentimen psikologis pasca-pelatihan. Hasil evaluasi kognitif menunjukkan peningkatan dari Mean 3,87 (SD=1,02) menjadi 4,57 (SD=0,50), diiringi dengan skor kebermanfaatan 4,90 dari 5,00. Analisis NLP mengonfirmasi bahwa 85,25% umpan balik partisipan didominasi oleh sentimen positif terkait efisiensi beban kerja. Temuan empiris memvalidasi bahwa keberadaan RPP terintegrasi dalam BPKP berpotensi memfasilitasi reduksi waktu persiapan mengajar, sehingga memberikan ruang kognitif yang lebih memadai bagi calon pendidik untuk berfokus pada pendekatan pedagogik di kelas awal.
Kesiapan Adaptasi Sosio-Pedagogik Calon Guru Pedalaman Papua: Analisis Peta Konseptual Semantik Efektivitas Buku Paket Kontekstual Papua (BPKP) Lely Yustina Wati; Chelsi Yuliana; Endriani; Martijn van Driel; Raoda Ismail
INCOME: Indonesian Journal of Community Service and Engagement Vol 5 No 2 (2026)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/income.v5i2.2197

Abstract

Tantangan terbesar pendidikan dasar di daerah terluar dan pedalaman bukan semata pada infrastruktur fisik, melainkan pada ketidaksesuaian sosiologis antara bahan ajar dengan realitas kultural peserta didik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengintervensi kesiapan adaptasi calon pendidik (mahasiswa PGSD) dalam menghadapi tantangan mengajar di pedalaman Papua melalui pelatihan Buku Paket Kontekstual Papua (BPKP). Kegiatan ini melibatkan 61 mahasiswa program studi PGSD Universitas Cenderawasih. Evaluasi program menerapkan metode campuran (mixed-method), memadukan pengukuran statistik deskriptif (pre-test/post-test) dan analisis kualitatif komputasional menggunakan perangkat lunak LONTAR. Hasil evaluasi kognitif menunjukkan peningkatan pemahaman yang konsisten dari Mean 3,87 (SD=1,02) menjadi 4,57 (SD=0,50), diiringi skor kebermanfaatan 4,90 dari 5,00. Analisis Concept Mapping (Peta Konseptual Semantik) berbasis algoritma N-Grams pada LONTAR mengonfirmasi adanya keterkaitan leksikal yang sangat kuat antara konsep kesiapan mengajar dengan wilayah pedalaman. Jejak audit kualitatif memvalidasi bahwa BPKP berpotensi mentransformasi kecemasan geografis menjadi resiliensi pedagogik. Inovasi sosiologis ini diindikasikan mampu membekali calon guru dengan kerangka kerja kontekstual yang esensial sebelum mereka ditempatkan di sekolah-sekolah terpencil.
Evaluating an Ethno-Pedagogical Intervention for Enhancing Pre-Service Teachers’ Literacy, Numeracy, and Pedagogical Competencies Okky Riswandha Imawan; Raoda Ismail; Martijn van Driel; Suwita Suwita; Golden Ringgo SC Ayomi; Mamberuman Marthen Inggamer; Susanto T. Handoko
Journal of Research in Science and Mathematics Education Vol. 5 No. 2 (2026): August
Publisher : EDUPEDIA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jrsme.v5i2.2263

Abstract

Purpose: The marginalization of indigenous cultures in formal education can limit students' acquisition of foundational skills, necessitating culturally responsive pedagogical frameworks. This study introduces and empirically evaluates the "Buku Paket Kontekstual Papua" (BPKP), an ethno-pedagogical intervention authored by Martijn van Driel et al., designed to bridge indigenous Papuan realities with national curriculum standards, using story-based pedagogy, local games, and traditional knowledge to contextualize early childhood learning (grades 1-3). Methodology: Using a quantitative pre-experimental (one-group pretest-posttest) design without a control group, this research involved 61 undergraduate pre-service primary teachers (N=61) selected through random sampling. The study measured a dual-pillar transformation: Content Mastery (Literacy and Numeracy) and Pedagogical Readiness (Cognitive, Affective, and Psychomotor). Findings: Paired samples t-test analyses revealed that the BPKP training was associated with significant improvements across all five domains; negative Cohen's d values reflect the direction of pre-to-post change, not a decline. In Content Mastery, participants showed statistically significant but small improvements in literacy (p = .045, d = -0.263) and numeracy (p = .013, d = -0.328). The intervention also supported pedagogical readiness, yielding a large improvement in the cognitive domain (p < .001, d = -0.817) and significant gains in affective attitudes (p = .017) and psychomotor skills (p = .024). Significance: While causality cannot be definitively claimed given the research design, the findings suggest that integrating indigenous realities into educational training tools can support academic subject mastery and shape the readiness of future educators to teach in marginalized communities.