Prokrastinasi akademik merupakan fenomena umum di kalangan siswa sekolah menengah pertamayang dapat berdampak negatif terhadap prestasi belajar, dimana kontrol diri diduga memiliki peranan penting dalam mengurangi kecenderungan perilaku tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kontrol diri, tingkat prokrastinasi akademik, dan hubungan antara keduanya pada siswa kelas VIII SMPN 17 Kota Jambi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, melibatkan 71 siswa yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Instrumen pengumpulan data berupa angket kontrol diri (29 item) dan prokrastinasi akademik (28 item) yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian data dianalisis menggunakan teknik korelasi Product Moment Pearson, uji normalitas, dan uji linearitas dengan SPSS 23.0. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kontrol diri siswa berada dalam kategori baik (69,65%) dengan kontrol perilaku sebagai indikator tertinggi (72,4%), sementara tingkat prokrastinasi akademik juga berada dalam kategori baik (70,5%) dengan keyakinan terhadap kemampuan diri sebagai indikator tertinggi (77,5%). Uji korelasi menghasilkan hubungan negatif yang signifikan antara kontrol diri dengan prokrastinasi akademik (r = 0,442; p = 0,000 < 0,05) dalam kategori korelasi sedang, yang berarti semakin tinggi kontrol diri siswa maka semakin rendah tingkat prokrastinasi akademiknya. Guru bimbingan dan konseling perlu memberikan layanan preventif melalui informasi terkait dampak buruk prokrastinasi akademik dan strategi meningkatkan kontrol diri siswa
Copyrights © 2026