Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan daya saing usaha mikro oleh-oleh khas Malino melalui pendampingan digital branding. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi rendahnya literasi digital, lemahnya identitas visual produk, serta keterbatasan pemanfaatan media sosial sebagai sarana pemasaran. Metode pelaksanaan dilakukan melalui empat tahapan, yaitu observasi dan identifikasi masalah, pelatihan digital branding, pendampingan implementasi re-branding produk, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan mitra dalam mengelola identitas merek, membuat konten promosi digital, dan memanfaatkan platform media sosial secara lebih profesional. Transformasi kemasan dan logo produk berhasil meningkatkan nilai estetika dan kepercayaan konsumen terhadap produk oleh-oleh khas Malino. Selain itu, terjadi peningkatan aktivitas promosi digital serta kenaikan omzet penjualan rata-rata sebesar 15–25% selama masa pendampingan. Kegiatan ini juga mendorong terbentuknya kolaborasi antar-pelaku usaha dalam memperkuat promosi kawasan wisata Malino sebagai pusat oleh-oleh modern berbasis digital. Dengan demikian, pendampingan digital branding terbukti efektif dalam meningkatkan literasi digital, memperkuat daya saing, dan mendukung keberlanjutan usaha mikro di era ekonomi digital.
Copyrights © 2026