Kualitas pelayanan publik di Indonesia masih menghadapi berbagai permasalahan seperti keterlambatan pelayanan, penyimpangan prosedur, dan rendahnya kualitas layanan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP Mandiri) pada Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling terhadap enam informan dari Bagian Organisasi dan Unit Pelayanan Publik. Data dikumpulkan melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PEKPPP Mandiri telah berjalan cukup efektif berdasarkan teori implementasi kebijakan Edward III. Komunikasi dilakukan melalui berbagai media dan bimbingan teknis, meskipun surat rekomendasi masih kurang rinci. Sumber daya, fasilitas, dan anggaran dinilai cukup memadai walaupun terdapat tantangan peningkatan beban kerja. Pelaksana menunjukkan komitmen yang baik melalui penugasan formal dan sistem insentif berbasis kinerja. Struktur birokrasi juga telah berjalan tertib meskipun SOP formal belum tersedia. Kesimpulannya, PEKPPP Mandiri berkontribusi dalam meningkatkan kinerja pelayanan publik di Kabupaten Sidoarjo, namun masih memerlukan penguatan mekanisme tindak lanjut, kolaborasi kelembagaan, dan standardisasi SOP
Copyrights © 2026