Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan tingkat gratitude antara mahasiswa yang melakukan gratitude journaling dan yang tidak. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain komparatif yang melibatkan 297 mahasiswa dari perguruan tinggi di Indonesia. Responden dibagi menjadi dua kelompok, yaitu mahasiswa yang melakukan gratitude journaling (n = 149) dan yang tidak (n = 148). Pengukuran gratitude dilakukan menggunakan Gratitude Questionnaire (GQ) versi adaptasi Indonesia yang terdiri dari 11 item dengan reliabilitas yang memadai. Analisis data dilakukan menggunakan independent samples t-test serta perhitungan effect size untuk mengetahui besaran pengaruh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara kedua kelompok (295) = 1.69; p = .091). Namun, secara deskriptif kelompok yang melakukan journaling memiliki skor gratitude yang lebih tinggi (M = 5,98; SD = 0,64) dibandingkan kelompok yang tidak (M = 5,85; SD = 0,65). Nilai effect size (d = 0,20) menunjukkan bahwa pengaruh yang dihasilkan berada dalam kategori kecil. Temuan ini mengindikasikan bahwa gratitude journaling memiliki potensi dalam meningkatkan gratitude, namun memerlukan praktik yang lebih terstruktur dan konsisten untuk menghasilkan dampak yang lebih kuat dalam konteks mahasiswa.
Copyrights © 2026