Penelitian ini bertujuan mengkaji hambatan dan problematika penyusunan kamus bahasa daerah minoritas yang terancam punah melalui pendekatan studi kasus dengan metode analisis deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari studi pustaka dan kajian praktik penyusunan kamus, kemudian dianalisis dengan mengidentifikasi masalah, penyebab, dampak, dan merumuskan solusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama masalah tersebut adalah sentralisme leksikografi, keterbatasan korpus data, pergeseran bahasa, serta lemahnya integrasi teknologi digital. Sentralisme menyebabkan distribusi sumber daya tidak merata, sementara pergeseran bahasa mengurangi ketersediaan data autentik. Berdasarkan evaluasi alternatif solusi, disimpulkan bahwa pendekatan integratif yang menggabungkan revitalisasi sosial dan penguatan teknis dokumentasi (seperti leksikografi partisipatif, pengembangan korpus digital, dan pemanfaatan teknologi) adalah solusi yang paling relevan. Penelitian ini memberikan dasar empiris untuk perumusan kebijakan leksikografi yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan linguistik di Indonesia, sehingga penyusunan kamus dapat bertransformasi menjadi lebih partisipatif dan berfungsi sebagai instrumen strategis menjaga keberagaman linguistik nasional.
Copyrights © 2026