Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sentralisme Leksikografi Indonesia: Analisis Hambatan dan Problematika Penyusunan Kamus Bahasa Daerah Minoritas yang Terancam Punah Erika Cyntia P Silitonga; Mieke A Siburian; Tasya A Saragi; Sri Syahputri; Sani Hutabarat; Nurul Azizah
Journal of Citizen Research and Development Vol. 3 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcrd.v3i1.8212

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji hambatan dan problematika penyusunan kamus bahasa daerah minoritas yang terancam punah melalui pendekatan studi kasus dengan metode analisis deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari studi pustaka dan kajian praktik penyusunan kamus, kemudian dianalisis dengan mengidentifikasi masalah, penyebab, dampak, dan merumuskan solusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama masalah tersebut adalah sentralisme leksikografi, keterbatasan korpus data, pergeseran bahasa, serta lemahnya integrasi teknologi digital. Sentralisme menyebabkan distribusi sumber daya tidak merata, sementara pergeseran bahasa mengurangi ketersediaan data autentik. Berdasarkan evaluasi alternatif solusi, disimpulkan bahwa pendekatan integratif yang menggabungkan revitalisasi sosial dan penguatan teknis dokumentasi (seperti leksikografi partisipatif, pengembangan korpus digital, dan pemanfaatan teknologi) adalah solusi yang paling relevan. Penelitian ini memberikan dasar empiris untuk perumusan kebijakan leksikografi yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan linguistik di Indonesia, sehingga penyusunan kamus dapat bertransformasi menjadi lebih partisipatif dan berfungsi sebagai instrumen strategis menjaga keberagaman linguistik nasional.
Nilai Budaya dan Identitas Lokal Dalam Cerita Rakyat Laowömaru pada Masyarakat Nias: Analisis Pendekatan Antropologis Tia Maharani; Dinda Ayu Dewita; Erika Cyntia P Silitonga; Mieke Angelika Siburian; Sani Hutabarat; Sri Syahputri; Tasya Amelia Saragi; Nadra Amalia
Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion Vol. 3 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/mesir.v3i1.8178

Abstract

Cerita rakyat merupakan bagian dari tradisi lisan yang berfungsi sebagai media pewarisan nilai budaya, norma sosial, serta identitas suatu masyarakat. Salah satu cerita rakyat yang berkembang dalam masyarakat Nias adalah cerita Laowömaru yang mengandung berbagai nilai budaya dan pandangan hidup masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai budaya dan identitas lokal yang terdapat dalam cerita rakyat Laowömaru dengan menggunakan pendekatan antropologis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka dan dokumentasi. Sumber data utama berupa teks cerita rakyat Laowömaru, sedangkan data pendukung diperoleh dari buku, jurnal, dan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan folklor dan kajian antropologi budaya. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi unsur-unsur budaya yang terdapat dalam cerita, seperti konteks budaya masyarakat pesisir, nilai dan norma sosial, sistem kepercayaan, struktur sosial masyarakat, simbol-simbol budaya, serta fungsi sosial cerita rakyat dalam kehidupan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita rakyat Laowömaru mengandung nilai-nilai budaya yang berkaitan dengan larangan penyalahgunaan kekuasaan, pentingnya solidaritas masyarakat, serta kepercayaan terhadap unsur supranatural dalam kehidupan tradisional. Cerita ini juga berfungsi sebagai media pendidikan moral, kontrol sosial, serta pelestarian identitas budaya masyarakat Nias. Dengan demikian, cerita rakyat Laowömaru dapat dipahami sebagai representasi nilai budaya dan identitas lokal yang diwariskan secara turun-temurun dalam masyarakat.