Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam dinamika akulturasi budaya pada komunitas India Tamil di Kampung Madras, Kota Medan, serta mengidentifikasi faktor pendorong dan strategi komunitas dalam mempertahankan identitas budaya di tengah lingkungan multietnis. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, studi pustaka, dan wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat, pendeta, serta pelaku usaha di kawasan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akulturasi budaya termanifestasi dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk penggunaan bahasa Indonesia dan Melayu dalam ranah publik, sementara bahasa Tamil tetap dipertahankan dalam lingkup keluarga dan ritual keagamaan. Dalam bidang kuliner, terjadi adaptasi cita rasa pada masakan khas India seperti kari dan briyani untuk menyesuaikan dengan selera lokal, serta adopsi bahan baku lokal tanpa menghilangkan karakteristik aslinya. Faktor utama yang mendorong proses ini adalah interaksi sosial yang intensif, kegiatan ekonomi perdagangan, serta lingkungan tempat tinggal yang heterogen. Meskipun mengalami pembauran budaya, komunitas India Tamil tetap teguh mempertahankan identitas inti melalui pelaksanaan upacara adat (seperti Thaipusam dan Deepavali) di Kuil Shri Mariamman serta penanaman nilai-nilai tradisi kepada generasi muda. Penelitian ini menyimpulkan bahwa akulturasi di Kampung Madras menciptakan harmoni sosial yang dinamis tanpa menghilangkan jati diri budaya asli komunitas Tamil.
Copyrights © 2026