Penelitian ini mengkaji secara mendalam proses revitalisasi kitab kuning turath sebagai infrastruktur epistemologis utama dalam kurikulum pendidikan Islam Melayu di tengah tekanan modernitas global yang kian akseleratif. Marjinalisasi sistematis terhadap kitab kuning di berbagai lembaga pendidikan Islam kontemporer menimbulkan problematika epistemologis yang fundamental, yaitu terputusnya silsilah intelektual (sanad keilmuan) yang selama berabad-abad menjadi tulang punggung tradisi keilmuan Islam Nusantara. Dengan memanfaatkan pendekatan kualitatif berbasis library research dan teknik content analysis inferensial, penelitian ini menganalisis secara mendalam bagaimana rekonstruksi epistemologis dapat menjadi jembatan konseptual antara dikotomi tradisi turath dan modernitas pendidikan. Kerangka teoretis penelitian dibangun di atas epistemologi Islam Syed Muhammad Naquib al-Attas, teori integrasi keilmuan Azyumardi Azra, perspektif tradisi pesantren Zamakhsyari Dhofier, serta pemikiran modernisasi Islam Nurcholish Madjid. Temuan menunjukkan bahwa revitalisasi kitab kuning bukan sekadar ikhtiar konservasi kultural, melainkan strategi transformatif dalam membangun kurikulum yang integratif, epistemologis, dan responsif terhadap kompleksitas tantangan zaman. Novelty penelitian ini terletak pada konstruksi model revitalisasi berbasis tiga pilar rekonstruksi epistemologis, integrasi metodologis, dan transformasi pedagogis yang secara konseptual melampaui kajian-kajian terdahulu yang cenderung bersifat deskriptif-historis.
Copyrights © 2026