Perkembangan teknologi digital menuntut dunia pendidikan untuk tidak hanya meningkatkan kompetensi akademik, tetapi juga membentuk karakter siswa, termasuk sikap toleransi beragama di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan literasi digital dalam penguatan karakter toleransi beragama, mendeskripsikan strategi guru dalam mengintegrasikannya, serta mengidentifikasi kendala dan solusi dalam implementasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan di SD Negeri 040454 Peceren. Subjek penelitian terdiri dari guru, kepala sekolah, dan siswa, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital dimanfaatkan melalui media seperti video pembelajaran dan presentasi interaktif yang mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap nilai toleransi secara konkret. Strategi guru dilakukan dengan mengintegrasikan media digital dengan diskusi dan refleksi, sehingga mendorong partisipasi aktif siswa. Kendala berupa keterbatasan infrastruktur dan perbedaan kemampuan siswa diatasi melalui solusi adaptif seperti penggunaan materi offline dan pendampingan. Temuan ini menegaskan bahwa literasi digital berperan penting dalam membentuk karakter toleransi secara kontekstual dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026