Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) merupakan instrumen penting dalam mendukung pembangunan daerah yang efektif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi Pemerintah Kota Surabaya dalam menyesuaikan pengelolaan APBD pascapenerapan kebijakan efisiensi dan pemangkasan anggaran tahun 2026 serta implikasinya terhadap pembangunan infrastruktur yang mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) ke-9. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif-komparatif. Data yang digunakan berupa dokumen APBD Kota Surabaya tahun 2024–2026 yang dianalisis melalui studi dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan meliputi analisis deskriptif, komparatif, analisis rasio, dan analisis pertumbuhan untuk melihat perubahan struktur anggaran antar tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Kota Surabaya melakukan efisiensi pada belanja operasional yang hanya tumbuh 0,04%, sementara belanja modal meningkat sebesar 14,17%, terutama pada sektor jalan, jaringan, dan irigasi. Penurunan dana transfer pusat sebesar 24,11% direspons melalui peningkatan pembiayaan daerah yang mencapai Rp1,88 triliun serta penguatan belanja tidak terduga sebagai mitigasi risiko. Strategi ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga keberlanjutan pembangunan infrastruktur dan mendukung pencapaian SDGs ke-9 di tengah tekanan fiskal.
Copyrights © 2026