Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi pesan dakwah pada tiga video Instagram Reels akun Masjid Sejuta Pemuda periode April 2026 menggunakan Model Framing Robert N. Entman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menganalisis empat elemen framing, yaitu pendefinisian masalah, identifikasi penyebab, penilaian moral, dan rekomendasi penyelesaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Sejuta Pemuda secara konsisten menerapkan strategi negative framing sebagai pendekatan komunikasi dakwah digital yang khas dan terstruktur. Keempat elemen framing bekerja secara terpadu dalam membangun narasi dua babak, yaitu babak konflik sebagai pemantik perhatian audiens dan babak resolusi sebagai media penyampaian nilai-nilai dakwah. Temuan utama penelitian menunjukkan adanya pola asimetri durasi yang konsisten pada ketiga video, di mana babak konflik menempati kurang dari 30% durasi tayangan, sedangkan lebih dari 70% didominasi oleh babak resolusi yang sarat dengan pesan spiritual. Pola tersebut menegaskan bahwa negative framing digunakan sebagai pattern interrupt untuk mengatasi keterbatasan short attention span Generasi Z, bukan sebagai inti substansi pesan. Dengan demikian, Masjid Sejuta Pemuda berhasil membangun formula komunikasi dakwah digital yang distingtif melalui transformasi provokasi awal menjadi konstruksi nilai spiritual dalam struktur narasi yang terencana dan proporsional.
Copyrights © 2026