Speech delay pada anak usia 5–7 tahun sering kali menghambat efektivitas komunikasi interpersonal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola produksi bunyi suara (voiced) dan tidak bersuara (voiceless) melalui tinjauan pragmatik untuk memahami kegagalan penyampaian pesan. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui teknik pancing dan rekam pada sepuluh subjek di pusat terapi wicara. Hasil penelitian menunjukkan adanya distorsi fonologis signifikan pada bunyi bersuara yang berdampak pada pergeseran makna pragmatis. Temuan ini menegaskan bahwa ketidakmampuan membedakan fitur distingtif bunyi bukan sekadar masalah artikulasi, melainkan hambatan strategis dalam mencapai fungsi komunikatif yang relevan..
Copyrights © 2026