Penelitian ini membahas peran keluarga sebagai institusi pendidikan pertama dalam perspektif filsafat pendidikan Islam di tengah dinamika kehidupan modern. Kajian ini dilatarbelakangi oleh semakin melemahnya fungsi edukatif keluarga akibat perkembangan teknologi digital, perubahan sosial, serta pergeseran pola interaksi dalam kehidupan masyarakat kontemporer. Padahal, dalam filsafat pendidikan Islam, keluarga dipandang sebagai fondasi utama dalam pembentukan karakter, moralitas, spiritualitas, dan kepribadian anak sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep keluarga dalam pemikiran pendidikan Islam, mengidentifikasi tantangan pendidikan keluarga di era modern, serta mengkaji relevansi nilai-nilai pendidikan Islam dalam menghadapi problematika pendidikan masa kini. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Data diperoleh melalui kajian terhadap literatur klasik dan kontemporer berupa buku, jurnal ilmiah, artikel akademik, serta dokumen yang berkaitan dengan pendidikan keluarga dalam Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga memiliki posisi yang sangat strategis dalam membentuk akhlak, menanamkan nilai keimanan, membangun kedisiplinan, serta mengembangkan kesadaran spiritual anak. Pemikiran Al-Ghazali menegaskan bahwa pendidikan keluarga merupakan dasar utama dalam membangun manusia yang beradab dan berakhlak mulia. Namun demikian, realitas modern memperlihatkan adanya tantangan serius berupa dominasi media digital, rendahnya kualitas komunikasi keluarga, dan minimnya pemahaman orang tua terhadap pendidikan Islam. Oleh karena itu, diperlukan revitalisasi pendidikan keluarga melalui penguatan keteladanan, komunikasi edukatif, serta integrasi nilai-nilai pendidikan Islam dengan pendekatan modern agar keluarga tetap mampu menjalankan perannya secara efektif dan relevan dalam menghadapi perkembangan zaman.
Copyrights © 2026