Limbah cair tempe diperkirakan menghasilkan 200-300 liter per hari dari pengolahan 300 kg kedelai. Hingga kini, limbah ini hanya dibuang begitu saja ke lingkungan, menyebabkan polusi. Biogas berasal dari proses biodegradasi bahan organik oleh bakteri dalam kondisi anaerobik (tanpa udara). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengoptimalkan proses pembentukan biogas dengan menganalisis laju rata-rata pembentukan gas per hari. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan jerigen sebagai fermentor, selang sebagai distributor biogas, dan plastik sebagai media penyimpanan biogas. Bahan yang digunakan adalah limbah cair tempe, EM4, feses sapi, dan air. Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa kondisi optimum untuk produksi biogas berada pada percobaan II dengan 250 ml limbah cair tempe, 250 ml feses sapi, dan 250 ml air, dan terjadi nyala api biru dengan hasil biogas sebesar 250 ml.
Copyrights © 2026