Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

ANALYSIS OF SOIL CHEMICAL CHARACTERISTICS IN PABATU SERDANG BEDAGAI UNIT OIL PALM PLANTATIONS Dedi Simanjuntak; Budi Hendrawan
Journal of Agriculture Vol. 1 No. 01 (2022): Research Articles, March 2022
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.709 KB) | DOI: 10.47709/joa.v1i01.1391

Abstract

Soil is a natural medium that is one aspect of supporting the life of all living things, including plants. Soil chemical properties greatly affect the growth process of oil palm plants, especially in the production process of oil palm fruit bunches. The purpose of this study was to determine the soil's chemical properties in oil palm plantations. The method used in this study is a descriptive method by conducting surveys and laboratory analysis. Soil samples were taken randomly at a depth of 0-20cm at four points of plantation land. Several parameters have been analyzed, such as pH, total N, CEC and exchangeable Al (Al-dd). Soil samples were analyzed at the Laboratory of Soil Research Indonesian Oil Palm Research Institute (PPKS) Medan. Determination of the criteria for assessing soil chemical properties based on the soil fertility standards issued by the Soil Research Center (BPT) Bogor (2009). The results of the analysis showed that the soil pH was slightly acidic, total N was low, CEC was low and Al-dd was very low.
Pembuatan Lilin Aromaterapi Untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa di MAs Al Wasliyah 29 Kota Binjai Dedy Sofyanto Simanjuntak; Eva Fadillah; Surya Sevi Wijayanna; Pratiwi Putri Lestari; Tasya Bahri; Zaikhan Asyam; Dewi Murniati
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2024): Juli : Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v4i2.4020

Abstract

The method of treatment with the medium of odors (aromas) derived from certain plants is called aromatherapy. One of the applications of aromatherapy is by using aromatherapy candles which, if burned, will produce an aroma that can provide a therapeutic effect for humans. In addition, aromatherapy candles can also function as decorators, insect repellents, and fragrances. This community service activity aims to improve the skills of high school students in the field of entrepreneurship through the manufacture of aromatherapy candles. The activity was held on March 2, 2024 at the Al Washliyah Private Madrasah School 29 Binjai City, North Sumatra with a total of 25 participants. The activity consists of several stages, starting from the preparation stage, socialization activities, candle making techniques and product marketing strategies. Students are also provided with an understanding of the benefits of aromatherapy candles for health and relaxation. The results of this activity show that students are able to produce aroma therapy candles with good quality, improve students' practical skills and increase entrepreneurial spirit. This activity is expected to be an inspiration for other schools for the development of entrepreneurship programs.
The influence of catalyst on the characteristics of biodiesel from waste cooking oil Muhammad Idris; Tony Siagian; Dedy Sofyanto; Putri Rizky; Friska Heriyanti; Derlini; Imam Azhari; Zakir Husin
JTTM : Jurnal Terapan Teknik Mesin Vol 4 No 2 (2023): JTTM: Jurnal Terapan Teknik Mesin
Publisher : Teknik Mesin - Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/jttm.v4i2.676

Abstract

The aim of this research was to investigate the influence of catalyst on the flash point, viscosity, density, and iodine value of biodiesel. The raw material used in biodiesel production was waste cooking oil. The transesterification process was employed by reacting the catalyst and methanol, followed by mixing them with the waste cooking oil simultaneously. The catalyst concentration variations used in this study were 0.25% and 0.5%. The resulting transesterification mixture was left to settle for approximately 10 minutes. The biodiesel and glycerol were separated after settling, and the biodiesel was washed with distilled water at a temperature of 50°C and then evaporated at 100°C. The flash point test results for catalyst concentrations of 0.25% and 0.5% were 58°C and 48.5°C, respectively. The viscosity test results for catalyst concentrations of 0.25% and 0.5% were 4.567 x 10-6 m2/s and 4.625 x 10-6 m2/s, respectively. The density test results for catalyst concentrations of 0.25% and 0.5% were 889 kg/m3 and 888.3 kg/m3, respectively. The iodine value test results for catalyst concentrations of 0.25% and 0.5% were 112.2 g I2/100g and 114 g I2/100g, respectively. Based on the test data, the flash point, viscosity, density, and iodine value were obtained. The test results indicated that the flash point values from both experiments did not meet the biodiesel quality standards. However, the viscosity and density test results from both experiments met the biodiesel quality standards and were suitable for use. Regarding the iodine value test, the characteristics of the biodiesel from both experiments did not fully meet the biodiesel standard, although the results obtained were not significantly different from the quality standards set by the Ministry of Energy and Mineral Resources
Saringan Air Sederhana untuk Pemenuhan Air Bersih Rumah Tangga di Desa Sumber Melati Diski Simanjuntak, Dedy Sofyanto; Lestari, Pratiwi Putri; Ramayana, Ramayana; Zainal, Zainal; Rizky, Putri; Bahri, Tasya; Fahlevi, Tya
BERBAKTI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 3 (2025): BERBAKTI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat | January 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/berbakti.v2i3.3868

Abstract

Air bersih adalah air yang kualitasnya sudah memenuhi standar kualitas air yang ditetapkan yang terkadang untuk daerah tertentu sulit diperoleh. Desa Sumber Melati Diski terletak di Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang, dimana hasil observasi menunjukkan bahwa rata-rata air sumur di desa Sumber Melati keruh dan berbau. Hal ini tentu berpengaruh terhadap kesehatan masyarakatnya. Berdasarkan hal tersebut, tim pengabdian kepada masyarakat melakukan sosialisasi dan pelatihan dalam pembuatan saringan air sederhana guna memenuhi kebutuhan air bersih rumah tangga. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 26 Oktober 2024 dengan jumlah peserta sebanyak 24 orang. Kegiatan terdiri dari tahap persiapan, tahap sosialisasi dan pelaksanaan serta tahap evaluasi. Dalam pembuatan alat penyaring air ini digunakan bahan antara lain pasir halus, batu kerikil, zeolite, kapas filter dan arang kayu atau karbon aktif. Hasil dari kegiatan menunjukkan bahwa setelah proses penyaringan, air terlihat lebih jernih dan tidak berbau. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan para peserta dengan nilai peningkatan rata-rata sebesar 43% serta meningkatkan motivasi peserta untuk menghasilkan saringan air secara berdikari. Dengan adanya alat penyaring air sederhana ini diharapkan dapat menurunkan dampak buruk dari penggunaan air kotor bagi kesehatan.
PENGGUNAAN TANAMAN CATTAIL DENGAN SISTEM CONSTRUCTED WETLAND UNTUK MENURUNAKAN BOD DAN COD PADA LIMBAH INDUTRI TAHU Lestari, Pratiwi Putri; Sukmawati, Sukmawati; Rizky, Putri; Silvany, Rika; Simanjuntak, Dedy Sofyanto
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/cheds.v8i2.10083

Abstract

Kadar limbah cair industri tahu harus dikurangi terlebih dahulu sebelum dibuang ke air, yaitu dengan biofilter. Biofilter ini menggunakan tanaman cattail dengan sistem lahan basah Constructed dengan tujuan untuk mengetahui penurunan kadar BOD dan COD limbah cair tahu secara optimum. Hasil penelitian menunjukkan penurunan kadar BOD dan COD limbah cair pada industri tahu dengan variasi waktu tanam terendah terjadi pada hari ke 4 dengan nilai BOD sebesar 640 mg/L (14,6%) dan COD sebesar 1072 mg/L (12,2%), sedangkan penurunan maksimum terjadi pada hari ke 16 masa tinggal dengan nilai BOD 177 mg/L (78%) dan COD 277 mg/L (77,3). Penurunan BOD dan COD limbah cair dengan variasi bobot tanaman cattail terendah terjadi pada bobot 1 kg dengan nilai BOD 400 mg/L (38,2%) dan COD 752 mg/L (39,4%), sedangkan penurunan maksimum terjadi pada bobot cattail. sebesar 4 kg dengan nilai BOD 80 mg/L (87,6%) dan COD 165 mg/L (86,7%).
ANALISA LOGAM BERAT KADMIUM (CD) DAN TIMBAL (PB) PADA MINYAK GORENG DAN CPO (CRUDE PALM OIL) DENGAN METODE ATOMIC ABSORPTION SPECTROPHOTOMETRY (AAS) Rizky, Putri; Simanjuntak, Dedi Sofyanto; Ningrum, Resti Ayu; Silvany, Rika
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/cheds.v8i2.10054

Abstract

Minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pangan pokok yang dikonsumsi oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Minyak goreng merupakan salah satu zat yang penting untuk menjaga kesehatan tubuh manusia. Namun masih banyak minyak goreng yang tidak sesuai SNI dan beredar di pasaran karena kandungan pada minyak goreng tersebut tidak sesuai, salah satunya adalah adanya kontaminasi logam Cd dan Pb pada beberapa minyak goreng. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji kualitas minyak goreng pada minyak goreng kemasan. Hasil analisis menunjukkan minyak goreng Salvaco dan Bimoli memenuhi standar SNI 01-3741-2013 dengan rata-rata kandungan timbal (Pb) pada minyak Salvaco sebesar 0,025 dan minyak Bimoli sebesar 0,085. Sedangkan nilai rata-rata kandungan Kadmium (Cd) pada minyak Salvaco sebesar 0,020 dan minyak Bimoli sebesar 0,17.
Analisis Karakteristik Sifat Kimia Tanah Pada Perkebunan Kelapa Sawit Unit Pabatu Serdang Bedagai Simanjuntak, Dedy Sofyanto; Hendrawan, Budi
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol 2, No 2: Juni 2022
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (912.787 KB) | DOI: 10.58939/afosj-las.v2i2.318

Abstract

Tanah adalah media alami yang menjadi salah satu aspek penunjang kehidupan seluruh makhluk hidup, termasuk pula pada tanaman. Sifat kimia tanah sangat mempengaruhi proses pertumbuhan tanaman kelapa sawit, khususnya dalam proses produksi tandan buah sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kriteria sifat kimia tanah di lahan perkebunan kelapa sawit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan melakukan survei dan analisis laboratorium. Sampel tanah diambil secara acak pada kedalaman 0-20cm di empat titik lahan perkebunan. Parameter yang di analisis yaitu pH, N-total, KTK dan Al dapat tukar (Al-dd). Sampel tanah dianalisis di Laboratorium tanah Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) medan. Penentuan kriteria penilaian sifat kimia tanah berpedoman pada standar kesuburan tanah yang dikeluarkan oleh Balai Penelitian Tanah (BPT) Bogor (2009). Hasil analisis menunjukkan bahwa pH tanah tergolong agak asam, N-total tergolong rendah, KTK tergolong rendah dan Al-dd tergolong sangat rendah. Kata kunci : kelapa sawit, produksi, status kesuburan tanah
PEMANFAATAN KULIT JAGUNG SEBAGAI BAHAN PENGGANTI SERAT FIBER PADA PEMBUATAN FIBERGLASS Lestari, Pratiwi Putri; Sukmawati, Sukmawati; Rizky, Putri; Silvay, Rika; Simanjuntak, Dedy Sofyanto; Ningrum, Resti Ayu
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/cheds.v9i2.12265

Abstract

Serat kulit jagung memiliki nilai ekonomis yang tinggi, mudah didapat, dan dapat terdegradasi secara alami, berpotensi sebagai serat penguat komposit, sehingga mengatasi masalah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan apakah serat alami dapat digunakan sebagai pengganti serat sintetis pada fiberglass dan untuk menentukan massa serat alami yang tepat untuk menghasilkan fiberglass yang paling kuat. Metode yang digunakan adalah membuat fiberglass dengan mencampur resin dan katalis dalam mangkuk, diaduk hingga homogen. Kemudian, pengujian untuk kekuatan putus, kekuatan lentur, dan pengujian lainnya dilakukan. Hasil penelitian ini, termasuk uji bentuk dan penampilan, menunjukkan bahwa setiap lembar fiberglass memiliki ujung potong yang lurus dan rata dan permukaan yang halus, tidak menunjukkan retakan atau cacat lainnya. Pengukuran dimensi optimal adalah 10,1 mm. Uji kekuatan lentur optimal adalah 3,025 MPa. Dalam uji kekuatan putus, hasil optimal adalah 0,356 j/mm2.
OPTIMASI PRODUKSI BIOGAS DARI LIMBAH CAIR TEMPE DENGAN VARIABEL INOKULAN FESES SAPI DAN EM Pratiwi Putri Lestari; Sukmawati Sukmawati; Putri Rizky; Rika Silvany; Dedy Sofyanto Simanjuntak
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/cheds.v10i1.13623

Abstract

Limbah cair tempe diperkirakan menghasilkan 200-300 liter per hari dari pengolahan 300 kg kedelai. Hingga kini, limbah ini hanya dibuang begitu saja ke lingkungan, menyebabkan polusi. Biogas berasal dari proses biodegradasi bahan organik oleh bakteri dalam kondisi anaerobik (tanpa udara). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengoptimalkan proses pembentukan biogas dengan menganalisis laju rata-rata pembentukan gas per hari. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan jerigen sebagai fermentor, selang sebagai distributor biogas, dan plastik sebagai media penyimpanan biogas. Bahan yang digunakan adalah limbah cair tempe, EM4, feses sapi, dan air. Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa kondisi optimum untuk produksi biogas berada pada percobaan II dengan 250 ml limbah cair tempe, 250 ml feses sapi, dan 250 ml air, dan terjadi nyala api biru dengan hasil biogas sebesar 250 ml.