Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis resepsi anggota Komunitas Kejar Mimpi Samarinda terhadap pesan meritokrasi dalam konten TikTok Vina Muliana. Fokus penelitian terletak pada bagaimana audiens memaknai narasi keberhasilan yang berbasis kerja keras di tengah realitas sosial yang beragam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis resepsi model encoding-decoding Stuart Hall. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara mendalam terhadap informan yang terdiri dari anggota aktif dan alumni komunitas. Hasil penelitian menunjukkan adanya pemetaan posisi resepsi yang dipengaruhi oleh latar belakang pengalaman hidup dan pencapaian profesional informan. Informan pada posisi dominant-hegemonic cenderung berasal dari kalangan alumni yang telah merasakan manfaat sistem meritokrasi dalam karier mereka, bahkan mengimplementasikan pesan tersebut dengan menjadi motivator internal di komunitas. Sebaliknya, informan pada posisi negotiated menerima nilai kerja keras namun memberikan catatan kritis terhadap adanya perbedaan garis start sosial, ekonomi, dan geografis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun pesan Vina Muliana diterima sebagai motivasi yang efektif bagi komunitas pengembangan diri, audiens tetap memiliki kesadaran kritis terhadap bias kelas dan hambatan sistemik yang tidak tertampilkan dalam konten video pendek.
Copyrights © 2026