Harry Isra Muhammad
Universitas Mulawarman

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemaknaan Simbol sebagai Identitas Diri pada Komunitas ‘Blacklist Borneo’ di Samarinda Rico Tri Lukman Hadi Saputra; Kadek Dristiana Dwivayani; Dony Kristian; Harry Isra Muhammad
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 1 (Spesial Issue) (2026): "Dharma Samudera"
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/9x6qhh74

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemaknaan simbol sebagai konstruksi identitas diri pada komunitas motor "Blacklist Borneo" di Samarinda melalui perspektif Interaksionisme Simbolik Herbert yang mencakup konsep Mind, Self, dan Society. Melalui metode kualitatif dengan teknik observasi serta wawancara mendalam, hasil penelitian pada aspek Mind menunjukkan bahwa anggota melakukan redefinisi kognitif terhadap nama "Blacklist" dari stigma negatif menjadi simbol kekuatan kolektif, di mana atribut visual seperti logo mahkota dan warna kuning diinternalisasi sebagai representasi wibawa serta kehormatan. Pada aspek Self, atribut komunitas berfungsi sebagai looking-glass self yang memicu transformasi identitas individu menjadi lebih disiplin dan bertanggung jawab karena adanya beban moral untuk menjaga marwah kelompok saat mengenakan simbol organisasi di ruang publik. Sementara itu, pada aspek Society, komunitas secara aktif melakukan negosiasi identitas melalui "manipulasi simbolik" berupa kegiatan sosial dan kolaborasi strategis dengan institusi kepolisian untuk merekonstruksi respons masyarakat (the generalized other) dari persepsi buruk menjadi pengakuan positif sebagai mitra keamanan. Simpulan penelitian menegaskan bahwa simbol bukan sekadar penanda visual, melainkan instrumen kontrol moral internal dan sarana komunikasi dinamis yang efektif dalam membentuk citra positif serta memperkuat solidaritas persaudaraan di tengah stigma negatif masyarakat perkotaan.
Strategi Komunikasi Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Toraja Utara Dalam Mempromosi Rambu Solo Andini Setia Murti; Rina Juwita; Kezia Arum Sary; Harry Isra Muhammad
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026): Mei-Agustus (Inprogress)
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/z9vfq531

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi komunikasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toraja Utara dalam mempromosikan Rambu Solo sebagai daya tarik wisata budaya. Rambu Solo tidak hanya merupakan ritual kematian yang sakral, tetapi juga representasi identitas budaya Toraja yang memiliki nilai simbolik, sosial, spiritual, dan estetis yang kuat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipan pasif, wawancara mendalam, dokumentasi, dan triangulasi sumber. Informan penelitian terdiri atas Kepala Bidang Pemasaran, Seksi Promosi, Seksi Komunikasi Pemasaran, dan satu informan masyarakat Toraja. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui pengumpulan data, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi Disbudpar Toraja Utara berorientasi pada tahapan attention, interest, desire, decision, dan action. Tahap perhatian dibangun melalui penonjolan visual dan narasi budaya; tahap ketertarikan dan keinginan diperkuat dengan konten digital, pameran, dan paket wisata budaya; sedangkan tahap keputusan masih menghadapi kendala berupa jadwal upacara yang tidak tetap, keterbatasan informasi real time, dan keterbatasan anggaran promosi. Penelitian juga menemukan bahwa efektivitas promosi diperkuat oleh identitas budaya yang kuat, pengalaman wisatawan, dan kolaborasi pemerintah dengan masyarakat adat. Namun, konsistensi informasi dan penguatan pengelolaan media digital masih perlu ditingkatkan.