Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemaknaan Simbol sebagai Identitas Diri pada Komunitas ‘Blacklist Borneo’ di Samarinda Rico Tri Lukman Hadi Saputra; Kadek Dristiana Dwivayani; Dony Kristian; Harry Isra Muhammad
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 1 (Spesial Issue) (2026): "Dharma Samudera"
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/9x6qhh74

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemaknaan simbol sebagai konstruksi identitas diri pada komunitas motor "Blacklist Borneo" di Samarinda melalui perspektif Interaksionisme Simbolik Herbert yang mencakup konsep Mind, Self, dan Society. Melalui metode kualitatif dengan teknik observasi serta wawancara mendalam, hasil penelitian pada aspek Mind menunjukkan bahwa anggota melakukan redefinisi kognitif terhadap nama "Blacklist" dari stigma negatif menjadi simbol kekuatan kolektif, di mana atribut visual seperti logo mahkota dan warna kuning diinternalisasi sebagai representasi wibawa serta kehormatan. Pada aspek Self, atribut komunitas berfungsi sebagai looking-glass self yang memicu transformasi identitas individu menjadi lebih disiplin dan bertanggung jawab karena adanya beban moral untuk menjaga marwah kelompok saat mengenakan simbol organisasi di ruang publik. Sementara itu, pada aspek Society, komunitas secara aktif melakukan negosiasi identitas melalui "manipulasi simbolik" berupa kegiatan sosial dan kolaborasi strategis dengan institusi kepolisian untuk merekonstruksi respons masyarakat (the generalized other) dari persepsi buruk menjadi pengakuan positif sebagai mitra keamanan. Simpulan penelitian menegaskan bahwa simbol bukan sekadar penanda visual, melainkan instrumen kontrol moral internal dan sarana komunikasi dinamis yang efektif dalam membentuk citra positif serta memperkuat solidaritas persaudaraan di tengah stigma negatif masyarakat perkotaan.
Simbol Visual Sebagai Petunjuk Perkembangan Karakter dan Alur Cerita dalam Film Viva La Vida Ain Ratu Syafana; Silviana Purwanti; Johantan Alfando WS; Dony Kristian
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7056

Abstract

Film tidak hanya menyampaikan cerita melalui dialog, tetapi juga melalui simbol visual. Namun, kajian tentang peran simbol visual dalam membentuk karakter dan alur cerita masih terbatas, termasuk pada film Viva La Vida karya Han Yan. Oleh karena itu, diperlukan analisis untuk mengungkap makna simbol visual dalam film tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana simbol visual dalam film Viva La Vida berkontribusi terhadap perkembangan karakter dan alur cerita. Jenis penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan semiotika Peirce. Sumber data penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yaitu dokumentasi dan observasi.  Teknik Analisis Data menggunakan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce melalui tiga unsur utama yaitu representament, objek, dan interpretant. Berdasarkan hasil dan pembahasan diperoleh bahwa simbol visual dalam film Viva La Vida berfungsi sebagai sistem tanda yang membentuk perkembangan karakter dan mengarahkan alur cerita melalui proses semiosis menurut Charles Sanders Peirce. Warna, pencahayaan, komposisi visual, dan gestur karakter menjadi representamen yang merujuk pada kondisi biologis, relasi antar tokoh, serta pilihan hidup, sehingga menghasilkan interpretant yang berubah seiring perkembangan narasi. Pada tahap awal, dominasi warna pucat, ruang sempit, pencahayaan redup, dan gestur terbatas membentuk makna keterbatasan dan stagnasi hidup tokoh utama. Memasuki tahap konflik, perubahan komposisi ruang, jarak visual, dan gestur konfrontatif menandai ketegangan hubungan serta pergeseran nilai dan keputusan. Pada tahap akhir, pencahayaan yang lebih terang, ruang terbuka, dan gestur yang tegas membentuk makna penerimaan dan keberlanjutan hidup.
Analisis Resepsi Komunitas Kejar Mimpi Terhadap Pesan Meritokrasi dalam Konten Tiktok Vina Muliana Natasya Ferta Ananda; Nurliah; Dony Kristian; Harry Isra Muhammad
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7058

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis resepsi anggota Komunitas Kejar Mimpi Samarinda terhadap pesan meritokrasi dalam konten TikTok Vina Muliana. Fokus penelitian terletak pada bagaimana audiens memaknai narasi keberhasilan yang berbasis kerja keras di tengah realitas sosial yang beragam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis resepsi model encoding-decoding Stuart Hall. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara mendalam terhadap informan yang terdiri dari anggota aktif dan alumni komunitas. Hasil penelitian menunjukkan adanya pemetaan posisi resepsi yang dipengaruhi oleh latar belakang pengalaman hidup dan pencapaian profesional informan. Informan pada posisi dominant-hegemonic cenderung berasal dari kalangan alumni yang telah merasakan manfaat sistem meritokrasi dalam karier mereka, bahkan mengimplementasikan pesan tersebut dengan menjadi motivator internal di komunitas. Sebaliknya, informan pada posisi negotiated menerima nilai kerja keras namun memberikan catatan kritis terhadap adanya perbedaan garis start sosial, ekonomi, dan geografis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun pesan Vina Muliana diterima sebagai motivasi yang efektif bagi komunitas pengembangan diri, audiens tetap memiliki kesadaran kritis terhadap bias kelas dan hambatan sistemik yang tidak tertampilkan dalam konten video pendek.