Film tidak hanya menyampaikan cerita melalui dialog, tetapi juga melalui simbol visual. Namun, kajian tentang peran simbol visual dalam membentuk karakter dan alur cerita masih terbatas, termasuk pada film Viva La Vida karya Han Yan. Oleh karena itu, diperlukan analisis untuk mengungkap makna simbol visual dalam film tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana simbol visual dalam film Viva La Vida berkontribusi terhadap perkembangan karakter dan alur cerita. Jenis penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan semiotika Peirce. Sumber data penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yaitu dokumentasi dan observasi. Teknik Analisis Data menggunakan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce melalui tiga unsur utama yaitu representament, objek, dan interpretant. Berdasarkan hasil dan pembahasan diperoleh bahwa simbol visual dalam film Viva La Vida berfungsi sebagai sistem tanda yang membentuk perkembangan karakter dan mengarahkan alur cerita melalui proses semiosis menurut Charles Sanders Peirce. Warna, pencahayaan, komposisi visual, dan gestur karakter menjadi representamen yang merujuk pada kondisi biologis, relasi antar tokoh, serta pilihan hidup, sehingga menghasilkan interpretant yang berubah seiring perkembangan narasi. Pada tahap awal, dominasi warna pucat, ruang sempit, pencahayaan redup, dan gestur terbatas membentuk makna keterbatasan dan stagnasi hidup tokoh utama. Memasuki tahap konflik, perubahan komposisi ruang, jarak visual, dan gestur konfrontatif menandai ketegangan hubungan serta pergeseran nilai dan keputusan. Pada tahap akhir, pencahayaan yang lebih terang, ruang terbuka, dan gestur yang tegas membentuk makna penerimaan dan keberlanjutan hidup.