Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengenalkan dan melestarikan tradisi Megengan kepada siswa sekolah dasar dan masyarakat, serta menanamkan nilai religius, sosial, dan budaya. Kegiatan dilaksanakan di SDN 1 Gedompol dengan melibatkan siswa, guru, dan masyarakat dari delapan dusun sebagai bentuk edukasi berbasis budaya lokal. Metode yang digunakan adalah partisipatif dengan pendekatan kolaboratif berbasis pemberdayaan masyarakat, melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan utama berupa arak-arakan sepuluh tumpeng dan prosesi doa bersama (ujud- ujud). Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil menunjukkan bahwa tradisi Megengan mampu meningkatkan pemahaman budaya lokal serta menumbuhkan nilai religius, kebersamaan, dan gotong royong. Respon siswa dan masyarakat menunjukkan antusiasme dan keterlibatan aktif, sehingga kegiatan ini menjadi media edukatif dalam memperkuat sinergi antara sekolah dan masyarakat.
Copyrights © 2026