Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan optimisme siswa sebagai upaya preventif dan kuratif dalam menurunkan tingkat prokrastinasi akademik di SMK Negeri 3 Gowa. Prokrastinasi akademik dipahami sebagai perilaku menunda penyelesaian tugas sekolah secara sengaja meskipun individu menyadari adanya konsekuensi negatif, seperti penurunan prestasi belajar, rendahnya efektivitas proses pembelajaran, serta meningkatnya tekanan psikologis berupa stres dan kecemasan akademik. Hasil kajian awal menunjukkan bahwa rendahnya optimisme menjadi salah satu faktor psikologis yang berkontribusi signifikan terhadap munculnya perilaku menunda tugas pada siswa. Program intervensi dilaksanakan melalui pelatihan peningkatan optimisme yang dirancang secara sistematis dan aplikatif. Materi pelatihan berfokus pada penguatan pola pikir positif, kemampuan menetapkan tujuan belajar yang realistis, keterampilan manajemen waktu, serta strategi pengelolaan diri dalam menghadapi tuntutan akademik. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan interaktif, diskusi kelompok terarah, latihan refleksi diri, simulasi penyelesaian tugas, serta pendampingan langsung dalam pengerjaan tugas sekolah. Melalui pendekatan ini, siswa dibantu untuk mengenali hambatan personal yang memicu prokrastinasi dan mengembangkan strategi coping yang lebih adaptif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai peran optimisme dalam keberhasilan belajar, meningkatnya motivasi dan kepercayaan diri untuk menyelesaikan tugas tepat waktu, serta berkurangnya kecenderungan prokrastinasi akademik. Dengan kata lain, tugas mulai dikerjakan sebelum “deadline menyeramkan” datang—sebuah kemajuan yang patut diapresiasi.
Copyrights © 2026