EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran
Vol. 6 No. 3 (2026)

METODE TALAQQI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN SISWA SMA 45 PURWODADI

Farah Rania Hadi (Universitas Yudharta Pasuruan)
Ali Mohtarom (Universitas Yudharta Pasuruan)
Askhabul Kirom (Universitas Yudharta Pasuruan)
Ahmad Ma’ruf (Universitas Yudharta Pasuruan)



Article Info

Publish Date
02 Jun 2026

Abstract

This investigation is designed to analyze the implementation of the talaqqi framework in optimizing students' Quranic literacy skills within the Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) curriculum at SMA 45 Purwodadi Pasuruan. The empirical baseline of this research is triggered by persistent instructional challenges where several students exhibit cognitive and psychomotor difficulties in Quranic recitation, particularly regarding inaccurate makharijul huruf articulation, inadequate comprehension of tajwid parameters, and a lack of oral fluency. Methodologically, this study adopted a qualitative paradigm framed within a case study design. Primary data points were synthesized via participatory observation, in-depth interviews, and documentation compiled from BTQ instructors and student participants. The data analysis trajectory followed structured steps of data reduction, data display, and inductive conclusion drawing, whereas data trustworthiness benchmarks were secured utilizing source and technical triangulation frameworks. The empirical outcomes demonstrate that the operationalization of the talaqqi method is executed systematically through integrated phases of active listening, imitation, repetitive practice, and real-time error correction during direct teacher-student interactions. The talaqqi intervention proved effective in elevating students' Quranic reading competence, specifically advancing their accuracy in phonetic articulation (makharijul huruf), grasp of recitation rules (tajwid), reading velocity, and amplifying their self-assurance when reciting publicly in class. Furthermore, this method successfully transforms the BTQ instructional environment into a more active, collaborative, and engaging learning ecosystem through personalized mentoring. Consequently, the integration of the talaqqi technique stands as a highly viable pedagogical alternative to maximize evaluation outcomes and accelerate Quranic reading mastery within secondary school settings. ABSTRAK Riset ini diproyeksikan untuk menguraikan dinamika aplikasi metode talaqqi dalam mematangkan kecakapan membaca Al-Qur’an siswa pada kegiatan pembelajaran Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) di SMA 45 Purwodadi Pasuruan. Investigasi ini dilatarbelakangi oleh potret empiris di lapangan yang menunjukkan masih adanya sejumlah peserta didik yang mengalami hambatan krusial dalam pelafalan kitab suci, seperti rendahnya akurasi artikulasi makharijul huruf, lemahnya penguasaan kaidah hukum tajwid, serta minimnya kefasihan dalam mendaras ayat-ayat Al-Qur’an. Pendekatan yang diintegrasikan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan spesifikasi jenis studi kasus. Data penelitian dihimpun secara komprehensif melalui teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta penelaahan dokumentasi bersama pengampu mapel BTQ dan para siswa. Alur analisis data dioperasikan melalui tahapan reduksi data, kategorisasi/penyajian data, hingga penarikan kesimpulan secara induktif, sedangkan pemenuhan standar keabsahan data ditempuh lewat skema triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Output penelitian membuktikan bahwa mekanisme implementasi metode talaqqi diaktualisasikan secara berjenjang melalui fase menyimak (mendengar), mengimitasi (menirukan), melakukan repetisi (mengulang), serta pembenahan kualitas bacaan (revisi) secara langsung tatap muka antara guru dan peserta didik. Intervensi metode talaqqi terkonfirmasi efektif mendongkrak performa membaca Al-Qur’an siswa, terutama pada parameter ketepatan makhraj, pemahaman hukum bacaan, kelancaran pelafalan, serta eskalasi rasa percaya diri siswa saat melantunkan ayat di hadapan publik kelas. Di samping itu, pendekatan tradisional ini sukses menghidupkan iklim pembelajaran BTQ menjadi lebih dinamis, interaktif, dan rekreatif berkat adanya skema bimbingan personal (direct feedback) dari pendidik. Dengan demikian, formulasi metode talaqqi sangat direkomendasikan sebagai salah satu opsi strategi instruksional BTQ yang andal untuk mengentaskan problem buta aksara Al-Qur’an di lingkungan sekolah.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

educational

Publisher

Subject

Education Other

Description

Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pedidikan dan ...