Pengembangan desa wisata berbasis masyarakat memerlukan kesiapan sumber daya manusia yang mampu mendukung kualitas pelayanan wisata dan pengelolaan destinasi secara berkelanjutan. Kelurahan Jatirejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang memiliki potensi wisata yang cukup besar, namun masih menghadapi kendala berupa rendahnya pemahaman masyarakat mengenai sadar wisata, penerapan Sapta Pesona, serta keterampilan guiding. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia desa wisata melalui pelatihan guiding dan penguatan pemahaman Sapta Pesona. Kegiatan dilaksanakan pada bulan September-Oktober 2025 dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Program dilaksanakan melalui observasi lapangan, sosialisasi sadar wisata dan Sapta Pesona, pelatihan guiding, simulasi praktik, serta evaluasi kegiatan. Tahapan kegiatan meliputi observasi lapangan, identifikasi kebutuhan mitra, sosialisasi sadar wisata dan Sapta Pesona, pelatihan guiding, simulasi praktik, serta evaluasi kegiatan. Peserta kegiatan terdiri atas pengurus desa wisata, Pokdarwis, dan masyarakat Kelurahan Jatirejo yang terlibat dalam pengembangan wisata lokal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya sadar wisata dan penerapan Sapta Pesona dalam mendukung pelayanan wisata. Selain itu, kemampuan peserta dalam memandu wisata mengalami peningkatan terutama pada aspek komunikasi, pelayanan wisata, dan penyampaian informasi destinasi. Hasil evaluasi menunjukkan 85% peserta memiliki pemahaman sadar wisata dalam kategori sangat baik dan 90% peserta menyatakan kegiatan sangat bermanfaat bagi pengembangan desa wisata. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap kesiapan masyarakat dalam mendukung pengembangan Desa Jatirejo sebagai desa wisata edukatif, ramah wisatawan, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026