Talent identification (TI) dalam olahraga paralimpik memerlukan pendekatan sistematis dan multidimensional yang mengintegrasikan klasifikasi Disabilitas dengan karakteristik klaster cabang olahraga. Namun demikian, pelatih NPC Sumatera Utara belum memiliki panduan TI yang ter standarisasi: 85,7% tidak memiliki kerangka identifikasi yang terstruktur, hanya 21,4% yang pernah mengikuti pelatihan klasifikasi, dan angka drop-out atlet mencapai 40% dalam tiga tahun. Program kemitraan masyarakat ini bertujuan mendampingi pelatih NPC Sumatera Utara dalam menyusun panduan TI yang komprehensif berdasarkan klasifikasi International Paralympic Committee (IPC) dan pemetaan klaster cabang olahraga. Metode pelaksanaan terdiri atas enam tahapan: asesmen awal dan sosialisasi; workshop talent identification; pelatihan klasifikasi Disabilitas; pengembangan instrumen asesmen; implementasi data Base digital; serta pendampingan dan evaluasi. Hasil menunjukkan rata-rata peningkatan pengetahuan sebesar 63,3% dari pre-test ke post-test pada seluruh indikator kompetensi, dengan peningkatan tertinggi pada kemampuan mengoperasikan sistem database (+71,4%). Sebanyak 72 atlet berhasil diinput ke dalam database digital, melampaui target pilot Project (20 atlet). Panduan TI yang telah divalidasi, mencakup asesmen fisik, fungsional, dan psikologis yang disesuaikan dengan klasifikasi IPC, diterima oleh seluruh pelatih dan secara resmi diadopsi oleh NPC Sumatera Utara.
Copyrights © 2026