Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan fungsi lanskap linguistik berupa papan nama, papan informasi, dan petunjuk arah yang terdapat di Museum Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajuan data, dan penarikan kesimpulan. Analisis bentuk bahasa menggunakan teori Yendra dan Artawa (2020) sementara fungsi bahasa merujuk pada Landry dan Bourhis (1977). Dari 181 data yang dianalisis, ditemukan tiga bentuk bahasa dalam lanskap linguistik museum yaitu monolingual, bilingual, dan multilingual. Selain itu, terdapat dua fungsi bahasa yaitu fungsi informatif dan fungsi simbolis. Penelitian ini berkontribusi dalam memperluas kajian lanskap linguistik pada ruang publik berupa museum. Lanskap linguistik di Museum Provinsi Kalimantan Barat tidak hanya berfungsi sebagai media informasi, tetapi juga sebagai representasi identitas budaya dan sarana pelestarian nilai-nilai lokal di tengah dinamika globalisasi.
Copyrights © 2026