Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran olahraga tradisional terhadap peningkatan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran pendidikan jasmani. Permasalahan yang diangkat adalah rendahnya tingkat partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran pendidikan jasmani yang disebabkan oleh monotonnya aktivitas pembelajaran yang hanya berfokus pada olahraga modern, sehingga mengakibatkan menurunnya motivasi dan keterlibatan siswa secara optimal. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen kuantitatif dengan desain pre-test post-test control group design. Sampel penelitian berjumlah 60 siswa kelas VIII SMP yang terbagi menjadi kelompok eksperimen (n=30) dan kelompok kontrol (n=30) dengan teknik purposive sampling. Kelompok eksperimen diberikan perlakuan model pembelajaran olahraga tradisional (gobak sodor, benteng, dan kasti) selama 8 minggu dengan 16 pertemuan, sedangkan kelompok kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Instrumen pengukuran partisipasi aktif meliputi lembar observasi partisipasi fisik, angket motivasi belajar, dan skala keterlibatan siswa yang telah divalidasi dengan nilai Content Validity Index (CVI) > 0,85 dan reliabilitas Cronbach’s Alpha = 0,91. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan signifikan pada kelompok eksperimen dengan nilai signifikansi p < 0,05 pada semua indikator partisipasi aktif. Rata-rata peningkatan skor partisipasi fisik kelompok eksperimen sebesar 32,5% dibandingkan kelompok kontrol 8,2%, peningkatan motivasi belajar sebesar 28,7% dibandingkan kelompok kontrol 6,4%, dan peningkatan keterlibatan siswa sebesar 35,2% dibandingkan kelompok kontrol 9,8%. Effect size menggunakan Cohen’s d menunjukkan nilai > 1,3 pada semua variabel, yang mengindikasikan efek perlakuan yang besar. Penelitian ini merekomendasikan model pembelajaran olahraga tradisional sebagai alternatif pembelajaran pendidikan jasmani yang efektif untuk meningkatkan partisipasi aktif siswa
Copyrights © 2026