Tradisi ziarah makam wali merupakan salah satu praktik keagamaan yang masih lestari dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Namun, dalam konteks pendidikan modern, pemanfaatan tradisi lokal sebagai sumber pembelajaran nilai masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai religius dalam tradisi ziarah di Makam Wali Nyato’ di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, serta mengkaji relevansinya sebagai sumber pembelajaran dalam pendidikan karakter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipasi pasif wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap penjaga makam, peziarah, dan masyarakat setempat yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ziarah yang dilaksanakan setiap hari Rabu ini mengandung nilai-nilai religius yang mencakup beberapa nilai. Nilai nilai tersebut tercermin dalam aktivitas doa, dzikir, gotong royong, sedekah, makan bersama (begibung), serta kepedulian terhadap kelestarian lingkungan makam. Selain itu, tradisi ini juga berfungsi sebagai sarana memperkuat solidaritas sosial dan identitas budaya masyarakat Sasak. Dalam konteks pendidikan, nilai-nilai tersebut memiliki potensi untuk diintegrasikan sebagai sumber belajar dalam membentuk sikap sosial, religius, dan tanggung jawab peserta didik.
Copyrights © 2026