Penelitian ini bertujuan menganalisis simbolisasi kampung halaman dalam lagu Pulo Samosir karya Nahum Situmorang serta relevansinya bagi generasi muda Batak Toba yang merantau. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan kerangka semiotika Roland Barthes yang menelaah makna denotatif, konotatif, dan mitos. Data berupa lirik lagu dianalisis melalui studi pustaka dan pembacaan mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bagi anak muda Gen Z Batak Toba, kampung halaman dalam lagu ini bukan sekadar lokasi geografis, melainkan simbol identitas, keluarga, dan nilai budaya yang tetap melekat meskipun mereka tinggal jauh dari daerah asal. Penelitian ini juga menemukan bahwa lagu Pulo Samosir tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai pengingat nilai-nilai budaya Batak Toba, seperti pentingnya keluarga, keberhasilan hidup, dan menjaga kehormatan. Bagi generasi muda yang merantau, makna ini tetap relevan karena membantu mereka tetap merasa terhubung dengan budaya dan asal-usulnya di tengah kehidupan modern.
Copyrights © 2026